RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan Selasa (26/8/2025). Rupiah turun 0,03 persen ke posisi Rp 16.264 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan kemarin di Rp 16.259 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di Asia pagi ini bervariasi. Ringgit Malaysia melemah 0,13 persen, dolar Taiwan turun 0,06 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,04 persen. Sementara yen Jepang menguat 0,33 persen, dolar Singapura naik 0,09 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,03 persen terhadap dolar AS.
Baca juga : Rupiah Awal Pekan Menguat Ke Rp 16.261 per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingan utamanya melemah 0,19 persen ke level 98,13. Meski demikian, rupiah justru menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang lain, yakni poundsterling Inggris (0,26 persen ke Rp 21.907) dan dolar Australia (0,10 persen ke Rp 10.536).
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS sepanjang hari ini. Menurutnya, penguatan dolar didorong kabar politik di Amerika Serikat.
Baca juga : Mayoritas Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Sentuh Rp 16.345 Per Dolar
“Hal ini terjadi setelah kabar bahwa Presiden AS Donald Trump memecat anggota Dewan Gubernur (The Fed), Lisa D. Cook,” kata Lukman, Selasa.
Ia memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.200 hingga Rp 16.350 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.