RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) komponen otomotif.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui proyek digitalisasi yang telah diimplementasikan pada delapan IKM dengan menggandeng enam startup teknologi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kerja sama ini ditempuh melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari akademisi, penyedia bahan baku, hingga lembaga internasional.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi model keberhasilan yang dapat direplikasi oleh lebih banyak IKM. Dengan begitu, mampu memperluas jangkauan ke industri otomotif nasional dan global,” kata Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca juga : Rumah Dekat Sekolah Negeri, Anak Tak Lolos
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menjelaskan, proyek implementasi digitalisasi berlangsung selama tiga bulan, sejak 22 April hingga 31 Juli 2025.
Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang.
“Program kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana kemitraan internasional dapat mendorong kemajuan sektor industri,” ujarnya.
Reni menambahkan, langkah digitalisasi sejalan dengan data Asian Development Bank (2022), yang menunjukkan tingkat adopsi teknologi digital di sektor manufaktur kecil dan menengah Asia Tenggara masih di bawah 30 persen. Angka ini tertinggal jauh dari perusahaan besar yang telah melampaui 60 persen.
Baca juga : Belum Panas, Inter Hajar Torino
“Kemenperin akan terus mengupayakan langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah keberlanjutan kerja sama dengan JICA,” kata Reni.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kemenperin Dini Hanggandari menambahkan, hasil digitalisasi telah dipresentasikan pada acara Dissemination Seminar Project For Increasing International Competitiveness of Automotive Industry.
Menurut Dini, manfaat digitalisasi, antara lain pembaruan data secara real time, otomatisasi proses, serta peningkatan efisiensi produksi.
“Setelah mengadopsi teknologi digital dari startup teknologi, ternyata IKM komponen otomotif terbukti mendapatkan berbagai manfaat,” ujarnya.
Baca juga : MotoGP, Yamaha Tes Mesin Baru Di San Marino
Senior Director Economic Development Department JICA Okumoto Yasuyo mengatakan, proyek yang dimulai sejak 2022 itu untuk memperkuat kolaborasi antara IKM komponen otomotif dan startup teknologi.
“Digitalisasi menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas, identifikasi masalah secara real time, serta memperkuat daya saing IKM. Ke depannya, JICA akan memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendukung keberlanjutan inisiatif ini,” jelasnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.