Dark/Light Mode

Bela Palestina, Kutuk Israel, Anwar Ibrahim: Netanyahu Gila!

Selasa, 26 Agustus 2025 08:05 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat berpidato dihadapan ribuan orang yang memadati acara Malam Himpunan dan Selawat Malaysiaku Bersama Gaza di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (24/8/2025) malam. (Foto: Instagram/anwaribrahim_my)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat berpidato dihadapan ribuan orang yang memadati acara Malam Himpunan dan Selawat Malaysiaku Bersama Gaza di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (24/8/2025) malam. (Foto: Instagram/anwaribrahim_my)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk aksi kekejaman Israel terhadap Palestina. Saking emosinya, Anwar menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pemimpin gila dan kejam.

Sumpah serapah itu dilontarkan Anwar saat berpidato di lapangan Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, seperti dikutip The Star, Senin (25/8/2025). Anwar hadir bersama masyarakat Malaysia dalam aksi solidaritas bela Palestina.

Anwar menuding, Netanyahu sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Israel. Anwar menyebut Netanyahu penyebab kelaparan yang terjadi di Gaza.

Padahal, lanjut Anwar, berbagai bantuan dari dunia internasional sudah siap masuk Palestina. Namun, Zionis itu malah membiarkannya semua bantuan membusuk di perbatasan dan mengakibatkan kelaparan hebat melanda Palestina. 

“Manusia macam apa yang melakukan ini? Ini binatang! Orang-orang sekarat dan kelaparan, sementara makanan dan obat-obatan dijauhkan,” ujar Anwar disambut tepuk tangan dari puluhan ribu massa yang hadir.

Baca juga : Audit Ketat Dan Semangat Penambangan Bertanggung Jawab

PM Malaysia yang kini berusia 78 tahun itu menambahkan, kekejaman Netanyahu dan kroninya merupakan perbuatan di luar nalar. “Benjamin Netanyahu dan antek-anteknya gila dan jahat,” semprot Anwar, murka.

Anwar menegaskan, Malaysia tidak akan pernah meninggalkan perjuangan Palestina. “Rakyat Malaysia, bersama banyak orang lainnya, berdiri bersama Anda,” tegasnya.

Anwar lantas mengenang keterlibatannya dalam perjuangan Palestina yang dimulai sejak 1983 ketika ia menghadiri Konferensi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Aljir atas undangan mendiang Yasser Arafat. “Sekarang, di tahun 2025, perjuangannya tetap sama,” tekan Anwar.

Aksi solidaritas ini diwarnai dengan doa bersama untuk Gaza dan partisipasi puluhan ribu peserta yang mengenakan pakaian putih sambil membawa poster bertuliskan slogan #GazaBangkit.

Situasi di Gaza kian memanas setelah pesawat tempur dan tank Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Timur dan Utara Kota Gaza sejak Sabtu (23/8/2025) malam hingga Minggu (24/8/2025) dini hari.

Baca juga : Ditegaskan Sekjen Sugiono, Eks Wamenaker Noel Bukan Kader Gerindra

Dilansir dari English Al Arabiya, serangan udara dan darat tersebut menghancurkan rumah-rumah dan gedung-gedung. Parahnya, para pemimpin Israel tetap bertekad melanjutkan ofensif besar ke jantung Kota Gaza.

Saksi mata melaporkan ledakan terdengar tanpa henti di kawasan Zeitoun dan Shejaia. Sementara, tank-tank Israel menembaki rumah dan jalanan di Sabra. Di Jabalia, sejumlah bangunan juga diledakkan oleh pasukan Israel sepanjang malam.

Militer Israel mengklaim operasi di Jabalia bertujuan menghancurkan jaringan terowongan Hamas dan memperkuat kendali wilayah. Mereka menyebut langkah ini penting untuk mencegah Hamas kembali beroperasi di daerah tersebut.

Bulan ini, Israel secara resmi menyetujui rencana merebut Kota Gaza, yang disebut sebagai benteng terakhir Hamas. Namun, operasi penuh diperkirakan baru dimulai beberapa pekan mendatang, memberi waktu bagi mediator Mesir dan Qatar untuk mendorong gencatan senjata.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menegaskan, serangan akan terus berlangsung hingga Hamas menyerah dan seluruh sandera dibebaskan. Ia bahkan mengancam Kota Gaza akan digilas habis jika tuntutan Israel tidak dipenuhi.

Baca juga : Demokrat Sulsel: Anak Muda Mesti Paham Soal Demokrasi

Di tengah serangan yang terus berlangsung, krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik kritis. Sumber medis di Jalur Gaza melaporkan, 11 warga, termasuk dua anak-anak, meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi pada Senin (25/8/2025) dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Data terbaru yang dilansir WAFA menyebutkan, angka tersebut menjadikan total korban meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi meningkat menjadi 300 orang, termasuk 117 anak-anak, sejak perang dimulai. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.