BREAKING NEWS
 

Di Tengah Gejolak Aksi Demonstrasi, OJK Pastikan Layanan Perbankan Maksimal

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 1 September 2025 06:35 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meluasnya aksi protes di Jakarta hingga ke sejumlah daerah, telah memicu gangguan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Tidak terkecuali bagi perusahaan, termasuk perbankan.

Diketahui, sejumlah kan­tor cabang bank hingga ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di beberapa lokasi terpaksa tu­tup sementara. Diharapkan, hal tersebut tak berlangsung lama dan bisa segera normal.

Menyoal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak perbankan terkait hal tersebut.

Menurut Dian, berdasarkan hasil komunikasi dan koordi­nasi industri perbankan, dapat disimpulkan dampak yang ditimbulkan oleh situasi sosial politik beberapa hari terakhir diperkirakan terbatas, dan tidak mengganggu kegiatan perbankan dan nasabah secara signifikan.

Baca juga : Pelaku Usaha Minta Jaminan Keamanan

“Perbankan masih optimal memberikan pelayanan kepada nasabah. Baik melalui jaringan ATM, mobile banking, dan ke­giatan kantor bank,” ucap Dian kepada Rakyat Merdeka, Minggu (31/8/2025).

Ditegaskan Dian, saat ini kesadaran masyarakat ikut mengamankan jasa bank juga sangat tinggi.

“Masyarakat menyadari fung­si vital sistem perbankan dalam melayani kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dian mengimbau masyarakat agar tetap tenang menyikapi masalah sosial politik yang berkembang.

Baca juga : Petugas Kebersihan Angkut 50 Ton Sampah Aksi Demo

Namun yang pasti, imbuh Dian, sistem administrasi dan IT (Information Technology) per­bankan menjamin keamanan dana nasabah. Pelayanan bank akan tetap optimal kepada na­sabah di tengah berbagai kondisi yang mungkin terjadi.

Karena itu, OJK dan perbankan terus memantau perkembangan yang terjadi.

“Kami juga akan melaku­kan langkah yang diperlukan dalam merespons perkembangan yang ada, serta terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, aksi demonstrasi yang meluas hingga terjadi penjarahan di Jakarta, dapat memperburuk kondisi ekonomi Indonesia.

Adsense

Baca juga : Temuan KPK, Oknum Kemnaker Diduga Peras Perusahaan Jasa K3

Menurut Bhima, hal ini akibat ketidakpuasan masyarakat yang dinilai tidak ditanggapi serius oleh Pemerintah. Termasuk terkait reformasi perpajakan dan evaluasi efisiensi anggaran.

“Ibarat puncak gunung es, in­vestor justru membaca masalah fundamental ekonomi Indone­sia yang belum diselesaikan. Kondisi ini berpotensi melemahkan rupiah,” ujar Bhima saat dihubungi Rakyat Merdeka, Minggu (31/8/2025).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense