RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun kekhawatiran terhadap biaya hidup yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi saat ini, kalangan affluent (kelas atas) Indonesia menunjukkan optimisme yang kuat terhadap masa depan keuangan mereka.
Menurut survei HSBC bertajuk HSBC Affluent Investor Snapshot 2025, sebanyak 84 persen individu affluent di Indonesia merasa puas dengan kualitas hidup mereka, meningkat 2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
“Meskipun 84 persen responden mengkhawatirkan biaya hidup dan 79 persen merasa was-was dengan ketidakpastian ekonomi, mereka tetap menunjukkan keyakinan tinggi dalam mencapai tujuan keuangan mereka,” kata International Wealth and Personal Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (16/9/2025).
Menariknya, generasi muda seperti Gen Z dan Milenial memperlihatkan tingkat kepercayaan paling tinggi, bahkan melampaui rata-rata global secara signifikan.
“Hal ini menunjukkan optimisme dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” ujarnya.
Baca juga : Direktorat PAUD Gelar Kampanye Anak Indonesia Hebat Mulai dari Pangandaran
Tak hanya itu, untuk memastikan masa pensiun yang nyaman, rata-rata individu affluent memperkirakan mereka membutuhkan dana sebesar 656 ribu dolar Amerika Serikat (AS), naik signifikan dari perkiraan tahun lalu yang sebesar 446 ribu dolar AS.
Lanny menyebut, saat ini, prioritas keuangan pun berbeda menurut kelompok usia. Pada Gen Z & milenial, fokus utama mereka adalah mendukung keluarga secara finansial, membangun kekayaan untuk keamanan finansial, dan mempersiapkan pensiun sejak dini.
“Pergeseran ini menunjukkan tanggung jawab keluarga dan stabilitas jangka panjang menjadi prioritas utama di usia muda," ujarnya.
Kemudian, Gen X & Baby Boomer, kelompok ini lebih memprioritaskan tabungan untuk liburan dan rekreasi, menjaga serta melindungi kekayaan yang sudah dimiliki, serta mempersiapkan masa pensiun.
“Hal ini mencerminkan fase kehidupan di mana menikmati hasil kerja keras dan mengamankan aset menjadi fokus utama,” kata Lanny.
Baca juga : Resolusi PBB, Palestina, dan Konsistensi Indonesia di Garis Depan
Menurut Lanny, dalam hal investasi, terjadi pergeseran alokasi aset yang signifikan. Kepemilikan uang tunai menurun menjadi 19 dari total portofolio, sementara alokasi untuk emas meningkat drastis hingga 25 persen, naik 12 poin persentase dari sebelumnya.
Selain emas, portofolio affluent Indonesia juga terdiversifikasi ke properti (10 persen), obligasi (10 persen), dan saham (5 persen). Produk investasi yang paling banyak dimiliki saat ini adalah emas fisik (44 persen), deposito berjangka (33 persen), dan investasi terkelola (31 persen).
“Ke depan, minat terhadap produk asuransi terkait investasi seperti unit link (47 persen) dan solusi keuangan terkelola (43 persen) juga sangat kuat,” ucap Lanny.
Lebih menarik lagi, generasi muda seperti Gen Z dan milenial menunjukkan ketertarikan lebih tinggi pada produk-produk inovatif dan kompleks seperti emas digital, multi-asset solutions, dan private market funds.
“Data tersebut menandakan selera risiko yang lebih besar dan adopsi teknologi finansial yang cepat,” ujarnya.
Baca juga : Audiensi Dengan Menteri HAM, BPW Indonesia Perkuat Sinergi
Selanjutnya, kalangan affluent Indonesia sangat melek digital dan mengandalkan berbagai platform digital untuk informasi keuangan. Sebanyak 56 persen menggunakan platform sosial dan 40 persen memanfaatkan saluran digital non-perbankan.
Gen Z dan milenial adalah pengguna utama platform sosial sebagai sumber informasi, sementara Gen X lebih memilih saluran digital perbankan. Baby Boomer cenderung mengandalkan situs berita keuangan non-bank.
“Dalam pengambilan keputusan, mereka mengutamakan sumber yang terpercaya, dengan spesialis kekayaan dan keuangan (63 persen), serta influencer keuangan di media sosial (34 persen) menjadi rujukan utama,” pungkas Lanny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.