BREAKING NEWS
 

BI Rate Kembali Dipangkas, Semoga Ekonomi RI Bisa Berlari Kencang

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 19 September 2025 06:35 WIB
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: Ilustrasi/Dok. BI)

 Sebelumnya 
Menyoal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae melihat, pasca BI-Rate turun, sejumlah bank mulai menurunkan bunga kreditnya. 

OJK mencatat, dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata suku bunga kredit rupiah pada Juli 2025 tercatat turun 36 bps untuk kredit investasi. 

“Dan turun 20 bps (basis poin) untuk kredit modal kerja,” jelas Dian dalam keterangan resminya, Kamis (18/9/2025). 

Sebelumnya, suku bunga kredit per Juli 2025 juga sudah cenderung turun. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Juli 2025 sebesar 9,15 persen, menurun dibandingkan suku bunga kredit bulan sebelumnya sebesar 9,16 persen. 

Baca juga : RI Berpotensi Jadi Produsen Geothermal Terbesar Di Dunia

Menurut Dian, penurunan BI-Rate akan diikuti penurunan suku bunga kredit dengan jeda waktu beberapa periode. 

“Suku bunga kredit perbankan diperkirakan masih akan menurun sebagai respons dari penurunan BI hingga triwulan IV-2025,” jelasnya. 

Menurut Dian, penurunan suku bunga pada masing-masing bank akan tergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank, terutama terkait dengan biaya dana (Cost of Fund/CoF). 

Bank perlu mengelola strategi pendanaan mereka, khususnya untuk meningkatkan porsi dana murah. 

Baca juga : Penularan Penyakit Campak Masih Wajar Dan Terkendali

“Hal ini untuk menciptakan ruang penurunan suku bunga kredit,” tuturnya. 

Diketahui, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16-17 September 2025 memutuskan, BI-Rate dipotong 25 bps menjadi 4,75 persen, untuk suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. 

Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026, dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. 

Ke depan, sambung Perry, BI akan terus mencermati prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga BI-Rate. 

Baca juga : Kasus TPPU Zarof Ricar, Kejagung Sita Aset Rp 35 M

“Tentunya dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pengumuman RDG secara virtual, Rabu (17/9/2025). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense