Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pram Tenangkan Warga Jakarta
Penularan Penyakit Campak Masih Wajar Dan Terkendali
Jumat, 19 September 2025 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga Jakarta sebaiknya tidak perlu khawatir berlebihan dalam merespons isu tren peningkatan kasus penyakit campak di banyak provinsi di Indonesia. Sebab, penyebarannya masih dalam batas wajar dan terkendali
Informasi terkendalinya penyebaran penyakit campak disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Di Jakarta, tidak seperti di provinsi-provinsi lain,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Baca juga : Kasus TPPU Zarof Ricar, Kejagung Sita Aset Rp 35 M
Meskipun terdapat kasus campak di Jakarta, Pram menyatakan, penyebarannya masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Memang ada dua spot, yaitu di Cilincing dan Cengkareng. Tetapi, dibandingkan dengan tahun lalu, angkanya relatif hampir sama,” jelas mantan Sekjen PDIP ini.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Baca juga : Ajax Jadi Korban Inter Yang Terluka
Upaya ini, termasuk penelusuran kontak erat, vaksinasi ulang di wilayah rawan, serta penyuluhan kepada masyarakat. “Dengan demikian, Jakarta benar-benar tidak seperti yang dikhawatirkan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Pram menjelaskan, fokus utama sekarang adalah mencegah penularan dari luar wilayah Jakarta yang bisa memperburuk situasi. “Kami sudah berusaha memotong penularan dan sebagainya,” ujar mantan Sekretaris Kabinet ini.
Dalam webinar bertajuk ‘Cegah Campak dari Rumah Kita’ Selasa (9/9/2025), Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI memaparkan data campak dan upaya pencegahannya.
Baca juga : MotoGP, Bos Ducati Juluki Marquez Raja Sirkuit
Berdasarkan data itu, terdapat 218 kasus campak dan 63 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi sejak Januari hingga September 2025. Namun, tidak ada laporan kematian sampai diskusi ini digelar.
Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menuturkan, pentingnya pencegahan campak sejak dari rumah. “Berbagai upaya dan langkah cepat pun telah dilakukan agar kasus tidak meluas,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya