BREAKING NEWS
 

OJK Minta Perbankan Perkuat Perlindungan Data Hadapi Serangan Siber

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 25 September 2025 09:28 WIB
Foto: Infobank

RM.id  Rakyat Merdeka - Perlindungan data menjadi salah satu kunci keberlanjutan bisnis jasa keuangan di tengah derasnya arus digitalisasi. 

Menjawab tantangan tersebut, Infobank Digital bersama Synology menggelar INFOBANK CONNECT: Financial Inclusion 5.0 – Membangun Sistem Perlindungan Data Melalui Teknologi Digital di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Acara ini menghadirkan keynote speech dari Plt Kepala Departemen Pengawasan Konglomerasi Keuangan OJK, Yudi Permana, serta sesi talkshow bersama Lily Wongso, Head of Enterprise IT Architecture, Data Management & Service Quality Group PT Bank Central Asia (BCA), dan Clara Hsu, Country Manager Synology Inc. Diskusi dimoderatori pengamat IT dan keamanan siber Alfons Tanujaya.

Dalam paparannya, Yudi menyoroti masifnya serangan siber pasca pandemi COVID-19. Sepanjang 2024, tercatat 330,5 juta serangan siber di Indonesia, dengan sektor keuangan menjadi target keempat terbesar.

Baca juga : Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia–Kanada Hadapi Tantangan Global

“Sejak COVID-19 terasa sekali bagaimana insiden siber meningkat, karena ada kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi digital,” ujar Yudi.

OJK, kata dia, telah menerbitkan sejumlah kebijakan untuk mendukung digitalisasi perbankan. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama minimnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital. “OJK mengharapkan perbankan terus mengedukasi nasabah, karena pemahaman tentang serangan siber dan perlindungan data masih menjadi titik terlemah,” katanya.

Adsense

Selain edukasi nasabah, Yudi juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keamanan data di internal bank. Menurutnya, celah kerap muncul dari lemahnya pemahaman karyawan mengenai ancaman siber.

Lily Wongso dari BCA menegaskan pentingnya sistem backup data sebagai langkah pencegahan sekaligus pemulihan serangan siber. BCA juga rutin menggelar annual exercise untuk aplikasi-aplikasi penting, sejalan dengan POJK 11/2022 dan SEOJK 29/2022.

Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Perlindungan Menyeluruh Dari Ancaman Tindak Kekerasan

Meski begitu, Lily mengakui tidak ada bank yang sepenuhnya kebal dari risiko data breach. “Insiden kebocoran data bisa berdampak besar, baik secara finansial maupun reputasi. Karena itu, kami mengadopsi cybersecurity framework NIST yang mencakup lima langkah utama: identify, protect, detect, respond, dan recover,” jelasnya.

Clara Hsu dari Synology menekankan bahwa backup hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah memastikan data dapat dipulihkan sepenuhnya, tahan serangan, dan aman dari ransomware.

Synology menerapkan strategi 3-2-1-1-0 backup: tiga salinan data di dua media berbeda, satu disimpan di luar lokasi, satu salinan offline/immutable, serta nol kesalahan saat pemulihan.

“Backup hanyalah langkah pertama. Perlindungan data berarti memastikan data tetap utuh, terlindungi, serta dikelola secara terpusat dengan strategi proaktif,” tegas Clara.

Baca juga : KSPSI Dorong UU Baru untuk Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Sebagai pemimpin dalam manajemen data dan infrastruktur penyimpanan, Synology terus menghadirkan solusi penyimpanan, pencadangan, kolaborasi file, manajemen video, hingga infrastruktur jaringan untuk mendukung transformasi digital yang aman dan efisien di berbagai industri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense