RM.id Rakyat Merdeka - Dua perjanjian dagang, Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) dan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA–CEPA) merupakan capaian bersejarah. Kesepakatan itu diyakini akan memberikan pengaruh besar terhadap kinerja ekspor ke Eropa dan Kanada.
Penandatanganan ICA–CEPA di Ottawa, Rabu (24/9/2025), disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Sehari sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga sudah meneken kesepakatan substantif IEU–CEPA di Bali bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič.
Baca juga : Pasar Jaya Akan Bangun Rusun Di Atas Lima Pasar
Kedua kesepakatan ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika perdagangan global.
“Dengan tercapainya Kesepakatan Substantif IEU–CEPA dan ICA–CEPA, Indonesia tidak hanya memperoleh posisi tawar yang lebih kuat. Tetapi juga memastikan manfaat nyata dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha dan masyarakat,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9/2025).
Pengamat ekonomi Sunarsip bilang, Uni Eropa selama ini jadi mitra dagang utama RI. Ekspor Indonesia ke Eropa nyumbang sekitar 10 persen dari total ekspor nasional.
Baca juga : KPK Sita Aset Lagi Di Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker
Produk RI yang laris di Eropa antara lain mineral logam buat industri otomotif, besi dan baja, elektronik, sampai sawit dan minyak nabati buat biofuel, pangan, dan kosmetik.
Menurut Sunarsip, IEU–CEPA bakal bikin ekspor produk unggulan makin ngacir. “Kebijakan IEU–CEPA ini pada akhirnya akan menjadi sumber penguatan surplus bagi neraca perdagangan kita, yang tentunya akan memperkuat posisi cadangan devisa kita,” jelasnya.
Dia juga bilang, kesepakatan dengan Uni Eropa jadi pasar alternatif strategis buat RI di tengah ketidakpastian global. Kalau permintaan dari China dan India lagi melempem, Eropa bisa jadi tumpuan.
Berharap Dukung UMKM
Baca juga : Dibantai Atletico, Madrid Lagi Apek
Pengajar Universitas Indonesia (UI) Firman Kurniawan berharap, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dilibatkan untuk manfaatkan perjanjian kerja sama. Caranya, Pemerintah perlu bikin kebijakan turunan. Selain itu memberikan penjelasan ke publik yang gampang dicerna.
“Agar tidak mengalami mis informasi, media konvensional maupun digital perlu dilibatkan agar UMKM memahami secara utuh makna perjanjian maupun keuntungan dan kesempatan yang diperoleh masyarakat Indonesia,” ujar Firman.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.