BREAKING NEWS
 

Kompak Kerek Bunga Deposito Valas

Himbara Targetkan Dolar Betah Parkir Di Tanah Air

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 29 September 2025 06:35 WIB
Gedung-gedung bank Himbara. (Foto: Ilustrasi/Dok. BRI)

 Sebelumnya 
Langkah serupa juga dilakukan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan menyesuaikan suku bunga counter rate deposito dolar AS menjadi 4 persen. 

“Fokus kami adalah memberikan imbal hasil yang atraktif agar dana valas bisa lebih banyak terserap di dalam negeri,” tegas Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan falam keterangan resmi, Rabu (24/9/2025). 

Menurut Putratama, dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BNI membuka peluang bagi nasabah yang selama ini menempatkan dana valasnya di luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air. 

BNI juga terus memperkuat ekosistem digital melalui wondr by BNI yang menghadirkan kemudahan dalam membuka deposito valas, sehingga pembukaan maupun pengelolaan deposito dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. 

Baca juga : Ekspor RI Bakal Melesat, Industri Ikut Naik Kelas

Selain itu, dengan jaringan kantor luar negeri BNI yang tersebar di berbagai pusat keuangan global, BNI juga siap menjembatani arus masuk dana investor internasional ke Indonesia. 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga melakukan penyesuaian bunga deposito. 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai, strategi bunga deposito valas 4 persen merupakan langkah antisipatif atas potensi meningkatnya aliran dana dari luar negeri ke dalam negeri. 

“Langkah tersebut juga dilakukan untuk memperkuat daya saing produk BTN di kawasan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations),” tegas Nixon dalam keterangan, Kamis (25/9/2025). 

Baca juga : Pasar Jaya Akan Bangun Rusun Di Atas Lima Pasar

Nixon menekankan, penyesuaian suku bunga dolar AS tersebut merupakan strategi perseroan untuk menarik lebih banyak dana valuta asing ke Indonesia. 

“Kami ingin memastikan bahwa produk valas BTN tetap kompetitif, dan menjadi pilihan menarik bagi nasabah, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya. 

Terpisah, Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menilai, banyak hal positif dari langkah Himbara menaikkan bunga deposito valas. 

“Artinya, akan bertambah pasokan dolar (AS) di sistem perbankan domestik. Langkah jangka pendek ini untuk menahan aliran dolar di dalam negeri, dan mengamankan kebutuhan pembiayaan strategis,” ujar Josua kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : KPK Sita Aset Lagi Di Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker

Josua mengatakan, dengan imbal hasil 4 persen, eksportir dan korporasi berpotensi lebih memilih menyimpan dolar di bank dalam negeri ketimbang di luar negeri. 

Selain itu, upaya tersebut memperkuat bantalan likuiditas sistem keuangan pada saat likuiditas dasar perekonomian memang sedang ditopang oleh kenaikan aset luar negeri bersih. 

“Kebijakan 4 persen pada deposito dolar melengkapi bauran kebijakan yang sedang ditempuh, untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembiayaan,” katanya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense