RM.id Rakyat Merdeka - Komisaris Independen PTPN III (Persero) Sjukrianto Yulia didampingi Komisaris Kasan dan Riyatno meninjau Kebun Teh Rancabali, Ciwidey, Bandung.
Dalam kunjungan tersebut, Sjukrianto mencermati penggunaan mesin panen teh tipe tunggal (single harvester) yang digunakan para pemetik teh di kebun milik PTPN I Regional 2 itu.
Didampingi Regional Head PTPN I Regional 2 Desmanto, Sjukrianto meminta seluruh lini lapangan di setiap unit kerja untuk terus mencari cara dan mengoptimalkan penggunaan teknologi paling efisien guna memaksimalkan produksi serta produktivitas.
Pernyataan itu disampaikan setelah Sjukrianto berdialog langsung dengan salah satu pekerja pemetik teh Nenah di Afdeling 2 Kebun Rancabali.
Baca juga : Tinjau Lokasi Kebakaran Tangki, Pramono Jamin Terbitkan Sertipikat Yang Hangus
"Sejak menggunakan mesin ini, produksi kami meningkat jauh. Kalau dulu sehari hanya 30-40 kilo, sekarang bisa 150-170 kilo. Penggunaannya juga lebih mudah karena tidak pakai bensin. Sebelumnya kami pakai mesin ganda, cepat juga tapi kurang praktis. Sekarang lebih nyaman," ungkap Nenah dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Melihat hasil tersebut, Sjukrianto menyampaikan apresiasi kepada PTPN I Regional 2 yang telah mengadopsi teknologi single harvester.
Ia menilai, langkah ini sebagai bukti konkret bahwa inovasi sederhana bisa menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan.
Menurutnya, penggunaan single harvester untuk pemetikan teh di Rancabali ini contoh kecil dari pemanfaatan teknologi.
Baca juga : Tinjau Pembangunan MRT Sawah Besar, Wapres Pastikan Progres Sesuai Target
"Kita harus replikasi model seperti ini di tempat lain. Mungkin kelihatannya sederhana, tapi terbukti efektif, efisien, dan aman. Dari 30 menjadi 170 kilo per hari, itu luar biasa. Kami mendorong semua lini untuk tidak konservatif dan terus mencari cara paling efisien," kata Sjukrianto.
Adapun, kunjungan Dewan Komisaris ini bertujuan memastikan kondisi operasional lapangan berjalan sesuai arah program strategis perusahaan.
Kebun Rancabali kini menjadi proyek percontohan penerapan teknologi single harvester yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya operasional, terutama penghematan bahan bakar.
"Kebun Rancabali memiliki potensi besar, dan implementasi teknologi ini langkah tepat untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Sinergi antara Holding dan Regional harus terus ditingkatkan untuk mencapai target perusahaan dan mewujudkan perkebunan teh yang efisien dan berkelanjutan," tutur Sjukrianto.
Baca juga : Jaga Keutuhan NKRI, Ketum MUI Serukan Qunut Nazilah Dan Taubat Nasional
Sementara itu, Regional Head PTPN I Regional 2 Desmanto menyampaikan apresiasi atas dukungan Dewan Komisaris.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi tim di lapangan untuk terus berinovasi. Desmanto menilai, penggunaan mesin pemetik tunggal di Afdeling 2 ini bukan hanya soal efisiensi produksi yang meningkat lebih dari empat kali lipat.
"Namun, juga upaya kami meningkatkan kesejahteraan dan kinerja karyawan melalui alat bantu modern sekaligus mendukung efisiensi energi," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.