Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tinjau Lokasi Kebakaran Tangki, Pramono Jamin Terbitkan Sertipikat Yang Hangus
Selasa, 30 September 2025 12:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sisa-sisa kebakaran masih terlihat jelas di Jalan Ibrahim No. 1, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (30/9/2025) pagi. Puing-puing bangunan hangus berserakan, bau asap masih tercium, sementara garis police line membentang di beberapa titik rumah yang terbakar, dan beberapa petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sibuk membersihkan lokasi.
Pagi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung datang untuk meninjau lokasi kebakaran dengan didampingi jajaran pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Pramono memastikan penanganan korban dan bantuan darurat berjalan baik.
Kebakaran hebat terjadi Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan pada pukul 22.50 WIB. Api melalap puluhan rumah warga. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Kalau melihat apa yang terjadi, tidak ada korban. Ada 6 orang yang pada waktu itu mengalami sesak napas, tetapi bisa tertangani dengan baik. Dan saya juga mengucapkan terima kasih terutama kepada Damkar yang telah mengerahkan 27 unit,” ujar Pramono di lokasi kebakaran, Selasa (30/9/2025).
Pramono menyebut, saat ini perhatian pemerintah adalah membantu warga memperbaiki rumah yang terdampak. Banyak rumah yang berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) dari program Prona 2018.
Baca juga : Ratusan Rumah Di Kelurahan Tangki Terbakar, Penyebab Diduga Korsleting Listrik
“Nah, yang sekarang harus ditangani adalah rumah-rumah yang terdampak. Saya akan mendalami ini dan pemerintah Jakarta harus hadir untuk membantu penanganan rumah-rumah yang sebagian terbakar,” tegasnya.
Sejumlah warga mengeluhkan kebutuhan mendesak, khususnya bagi balita yang kekurangan popok serta kesulitan akibat listrik padam.
“Untuk balita yang terdampak, tadi saya sudah berkomunikasi. Kalau sekarang sudah ada, ya. Kalau memang kemarin belum ada. Tapi untuk balita dan sebagainya, keluhan yang paling utama pampers, popok, dan sebagainya,” jelas Pramono.
Warga juga mengkhawatirkan dokumen penting yang ikut terbakar. Menanggapi hal itu, Pramono memastikan pemerintah memiliki salinan.
“Karena semua surat ini kan pemerintah Jakarta pasti punya file-nya. Karena ini programnya program Prona dulu, baik itu HGB maupun SHM-nya, pasti nanti saya minta untuk mereka didampingi untuk surat-menyuratnya. Ada semua pasti,” jelasnya.
Baca juga : Tanggapi Kritik Warga, Wali Kota Tangsel Janji Tekan Biaya Perjalanan Dinas 2026
Meski kebakaran besar kerap dipicu kepadatan dan material mudah terbakar, Pramono menegaskan program mitigasi kebakaran tetap berjalan.
“Program satu RT satu APAR berjalan. Hanya memang dalam kondisi seperti ini, apalagi yang kebakar kan kebanyakan plastik, sampah, dan sebagainya, ya pasti enggak terkejar,” terangnya.
*Kisah Warga Terdampak*
Sholehah (52), salah satu warga terdampak, menceritakan detik-detik saat api melahap rumahnya.
“Kejadian persisnya saya kurang tahu, tiba-tiba api dari belakang (rumah) itu mutar mungkin karena angin ya. Teman saya di belakang kena langsung ke rumah saya, di rumah kita gelap api melulu,” ucapnya dengan wajah sedih.
Baca juga : Kapolri Instruksikan Perkuat Food Security
“Yang penting surat-surat segala macam selamat alhamdulillah, cuma baju. (Surat-surat) aman, baju-baju nggak,” tambahnya.
Dia juga mendengar sumber api diduga dari kipas angin atau tempat fotokopi di sekitar lokasi.
“Bilangnya sih dari kipas angin, katanya sih dari tempat foto copy. Tapi, gak tahu tiba-tiba api besar itu gak tahu ada gas atau apa kita gak tahu. Tiba-tiba gede saja api langsung mutar-mutar saja,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, hingga Selasa pagi (30/9), masih terlihat puing-puing sisa kebakaran berserakan di sekitar lokasi. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama warga tampak bergotong-royong membersihkan material bangunan yang hangus terbakar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya