Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, PU Tuntaskan Proyek Jembatan Pandansimo
Sabtu, 9 Agustus 2025 22:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diharapkan menjadi penghubung vital bagi pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Infrastruktur ini menghubungkan Ruas Jalan Congot–Ngremang (Kulon Progo) dengan Pandansimo–Samas (Bantul), dan ditargetkan beroperasi pada September 2025.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan, proyek ini menjadi salah satu prioritas kementeriannya dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat distribusi logistik di selatan Yogyakarta.
Baca juga : Proyek MRT Dan LRT Topang Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Di Atas 5 Persen
"Dengan selesainya Jembatan Pandansimo, waktu tempuh antarwilayah akan berkurang, biaya operasional kendaraan lebih efisien, dan akses menuju pusat produksi pertanian, perikanan, serta destinasi wisata akan semakin terbuka," ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Moch Iqbal Tamher menjelaskan, jembatan ini menjadi bagian dari program prioritas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) DIY sepanjang ±110 km. Infrastruktur tersebut, diharapkan mengurangi kesenjangan pembangunan antara pesisir utara dan selatan Jawa.
Jembatan Pandansimo memiliki total panjang 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter, terdiri dari oprit, slab on pile, dan jembatan utama. Nilai kontrak proyek mencapai Rp863,7 miliar yang bersumber dari APBN, dengan masa pelaksanaan 579 hari kalender. Saat ini, jembatan sedang menjalani Audit Keselamatan Jalan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas sebelum dibuka.
Baca juga : Menelaah Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Posisi Rojali & Rohana
Berdasarkan studi kelayakan 2017, pengoperasian JJLS DIY diproyeksikan mampu menghemat biaya operasional kendaraan hingga 13,11% atau setara Rp1,4 triliun per tahun, mempersingkat waktu tempuh 20 menit, serta meningkatkan nilai produksi komoditas wilayah sebesar 18,6% atau sekitar Rp7,7 miliar per tahun.
Selain itu, jembatan ini akan membuka akses ke 2.164 hektare lahan pertanian di Kecamatan Galur, menambah produksi pertanian sebesar 9.143 kuintal sayur dan buah per tahun, serta mendorong produksi perikanan di Kecamatan Srandakan hingga 13,3 ton per tahun.
Iqbal menambahkan, desain arsitektur Jembatan Pandansimo mengadopsi elemen budaya lokal seperti motif batik nitik dan bentuk gunungan pada gapura serta lampu jalan, memperkuat identitas kawasan sekaligus mendukung visi pembangunan infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Baca juga : Sambut Baik Pertumbuhan Ekonomi, Eddy Soeparno: Perkuat Ekspor Dan Investasi
"Jembatan Pandansimo bukan sekadar penghubung, tapi simbol pemerataan pembangunan bagi masyarakat selatan DIY. Kami berharap kehadirannya memberi manfaat optimal bagi pertumbuhan ekonomi, logistik, pariwisata, dan pelestarian kearifan lokal," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya