BREAKING NEWS
 

Perkuat Rantai Pasok Industri, Wakeni Siap Gelar Pameran Terpadu 2026

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 9 Oktober 2025 10:32 WIB
Suasana konferensi pers Unified Supply Chains 2026 di Jakarta Utara. Pameran terpadu ini akan digelar di NICE PIK 2 pada Mei 2026. (Foto: RM.ID/JAR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia akan menampilkan rangkaian pameran terpadu Unified Supply Chains untuk memperkuat sistem rantai pasok nasional di bidang pangan, logistik, dan cold chain. Pameran ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat inovasi teknologi dan kolaborasi industri dalam negeri.

Menjelang pameran Unified Supply Chains: Integrating Food, Cold Chain, Logistics & Warehousing, pelaku industri nasional menekankan bahwa integrasi sistem pasok adalah fondasi penting menjaga ketahanan pangan dan keunggulan kompetitif. 

Kepala Bidang Cold Chain Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) Tejo Mulyono menyatakan, rantai dingin (cold chain) tidak bisa beroperasi sendiri tanpa dukungan dari penelitian, logistik, dan sektor pangan.

“Teknologi rantai dingin di Indonesia masih tertinggal jauh,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Rabu (8/10/2025). 

Tejo menjelaskan, Indonesia selama ini sering mengalami kegagalan ekspor buah segar seperti mangga dan durian karena lemahnya sistem penyimpanan dingin. Indonesia sejatinya produsen durian terbesar dunia, tetapi ekspor durian masih terbatas. 

Baca juga : Perkuat Ketahanan Energi, Inilah Wujud Komitmen Kilang Pertamina Internasional

“Bayangkan, Indonesia produsen durian terbesar di dunia, tapi ekspornya belum maksimal,” ujarnya.

Dia menyebut bahwa lebih dari 90 persen ekspor durian Indonesia diarahkan ke China. Sekarang persoalan bukan hanya pada ekspor, tetapi juga pada manajemen makanan di rumah tangga. Isu food loss (kehilangan pangan) dan food waste (makanan sia-sia) menurutnya merupakan masalah nyata yang terjadi sejak penyimpanan, distribusi, hingga konsumsi. 

“Jangan sampai makanan yang kita siapkan terbuang percuma karena basi atau tak dimakan,” kata Tejo. Untuk itu, perubahan pola pikir dalam rumah tangga sangat penting untuk mengurangi pemborosan pangan dan mendukung ketahanan nasional.

Tejo juga mendorong perguruan tinggi dan lembaga penelitian agar tak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga teknologi yang bisa diaplikasikan dunia industri. Selama ini, banyak riset yang “mati di jurnal” belum menembus praktik industri.

Adsense

“Perguruan tinggi jangan hanya jadi penonton. Harus ikut menciptakan teknologi lokal untuk rantai dingin Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Tiga Ganda Putri Indonesia Siap Tampil di Arctic Open 2025

Beberapa teknologi rantai dingin yang umum digunakan di luar negeri telah mencakup phase change material (PCM), sistem penyimpanan ozon, dan pendinginan berbasis elektroda. Tejo menyebut bahwa Indonesia perlu mengembangkan versi lokal agar tak terus bergantung impor. “Kalau terus mengandalkan produk luar, kita akan tertinggal,” ujarnya.

Melalui pameran Unified Supply Chains, diharapkan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan lembaga riset semakin erat. Teknologi hijau dan efisiensi distribusi pun bisa menjadi bagian dari solusi menurunkan emisi dalam rantai pasok nasional. 

“Industri ini menyangkut kehidupan sehari-hari, dari makanan sampai ke meja makan,” tuturnya.

Pameran yang akan digelar di NICE PIK 2 ini akan mempertemukan pelaku dari sektor pangan (food), cold chain, logistik, perhotelan, dan pariwisata dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Tejo berharap ajang tersebut dapat menjadi wadah untuk berbagi solusi efisien dan ramah lingkungan bagi rantai pasok nasional.

Dalam kesempatan yang sama, penyelenggara pameran, PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI), mengumumkan bahwa acara pameran terpadu akan berlangsung pada 6–9 Mei 2026 di NICE PIK 2, Jakarta. 

Baca juga : PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Gas untuk Dorong Ketahanan Energi Nasional

Mereka menargetkan kehadiran lebih dari 400 peserta dari berbagai sektor yang saling terhubung dalam rantai pasok terpadu. Menurut WAKENI, acara ini akan berjalan selaras dengan sejumlah pameran pendukung seperti FEAST Indonesia, Agrilivestock Asia, Indonesia Cold Chain Expo, dan Smart Logistics & Supply Chain Expo.

“Saya ingin menjembatani kesenjangan dalam rantai pasok Indonesia dan menciptakan kemitraan yang lebih kohesif antar pelaku usaha,” ujar Sofianto Widjaja, Director PT Wahana Kemalaniaga Makmur.

Dengan kolaborasi lintas sektor, ia berharap Indonesia bisa memperkuat posisinya sebagai penyedia pangan global dan memberikan peluang ekspor yang lebih besar bagi produsen lokal. 

Dengan momentum ini, publik, pelaku usaha, dan inovator diharapkan tertarik untuk ikut serta. Jika seluruh elemen bersinergi, Indonesia memiliki peluang memperkuat daya saing di pasar global dan mengurangi ketergantungan impor teknologi rantai dingin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense