BREAKING NEWS
 

Dana Haji Bertumbuh, BPKH Perluas Investasi Ekosistem Haji Global

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 9 Oktober 2025 16:26 WIB
The 7th International Hajj Fund Forum, bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, di Jakarta, Rabu (8/10/2025). Foto: BPKH

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menunjukkan kinerja positif dalam mengelola dana haji. Tercatat hingga 2025, total dana kelolaan BPKH meningkat menjadi Rp171,64 triliun, dan ditargetkan mencapai Rp188,9 triliun pada tahun depan.

Kepala BPKH Fadlul Imansyah menegaskan, pengelolaan dana haji bukan hanya soal keuangan, melainkan bagian dari amanah besar untuk kesejahteraan jamaah dan kemajuan ekonomi umat.

“Bagi kami, mengelola Dana Haji bukan sekadar tugas finansial. Ini adalah amanah suci yang harus memberi manfaat nyata bagi jamaah dan perekonomian nasional,” ujar Fadlul saat berbicara di The 7th International Hajj Fund Forum, bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Fadlul menjelaskan BPKH memiliki semangat investasi dengan manfaat yang langsung dirasakan jemaah. Diungkapkannya, dari total dana kelolaan sekitar 75,9 persen dialokasikan untuk investasi syariah seperti sukuk, reksa dana, emas, dan investasi langsung.

Menurutnya, strategi ini tidak hanya menjaga likuiditas penyelenggaraan haji, tetapi juga memberikan imbal hasil optimal untuk subsidi biaya haji.

Baca juga : Ekpansi Ke Pasar Asia, MUSE Dorong Pertumbuhan Investasi Aset Riil

Hitungannya, nilai manfaat yang dihasilkan hingga Agustus 2025 mencapai Rp8,10 triliun, naik hampir 7 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan sebagian besar berasal dari hasil investasi mencapai Rp6,39 triliun.

“Hasil investasi tidak berhenti di angka, tapi kami kembalikan kepada jamaah dalam bentuk layanan nyata di lapangan,” sebutnya.

Nah, untuk memperkuat peran strategis di luar negeri, Fadlul menceritakan pihaknya mendirikan BPKH Limited di Arab Saudi. Langkah ini, memungkinkan BPKH berinvestasi langsung di sektor-sektor penting ekosistem haji seperti perhotelan, transportasi, katering, dan properti.

Dirincikannya, selama musim haji 2025 ada beberapa capaian signifikan BPKH. Yaitu, pengamanan 9 hotel berkualitas (8 di Makkah, 1 di Madinah), penyediaan 475 ton rempah Nusantara untuk konsumsi jamaah, penyaluran makanan siap saji di enam waktu penting ibadah, dan kolaborasi dengan UMKM Indonesia untuk mengisi area komersial hotel dan mendistribusikan produk lokal seperti rendang langsung ke pasar Tanah Suci.

Adsense

“Kami tidak hanya berinvestasi, tetapi menghubungkan ekonomi umat dari Indonesia hingga Tanah Suci,” ungkapnya.

Baca juga : UU Kepariwisataan Baru Disahkan DPR, Perkuat Ekosistem Pariwisata

Dijelaskannya, dalam mengelola dana haji ini, pihaknya mengacu empat pilar strategis sebagaimana diatur dalam UU Nomor 34 Tahun 2014. Pertama, investasi untuk memaksimalkan manfaat jamaah haji.

Kedua, meningkatkan kualitas layanan ibadah melalui imbal hasil yang disalurkan sebagai subsidi biaya haji. Ketiga, menjamin efisiensi dan transparansi dalam penggunaan dana.

Keempat, memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan umat Islam melalui proyek sosial dan ekonomi di dalam negeri.

Dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola syariah, BPKH menempatkan Indonesia sebagai benchmark global dalam pengelolaan dana haji.

“Kunci keberhasilan kami adalah sinergi dengan para pemangku kepentingan serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan global,” pungkasnya.

Baca juga : BMH dan LPH Hidayatullah Perkuat Ekosistem Halal di NTB Melalui Festival

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPKH Firmansyah N Nazaroedin menegaskan komitmen BPKH untuk menjalankan amanah ganda dalam mengelola dana haji secara profesional dan sesuai prinsip syariah.

“Di Indonesia, di bawah kepemimpinan Dewan Pelaksana BPKH, kami tetap teguh menjalankan amanah ganda tersebut melalui strategi investasi yang profesional, tata kelola yang transparan, serta fokus pada inovasi demi mengoptimalkan nilai manfaat dana haji untuk kemaslahatan jamaah dan bangsa,” ujar Firmansyah.

Forum ini menjadi platform strategis untuk berbagi pengetahuan, bertukar pengalaman terbaik, dan membangun kemitraan yang kuat antar-negara dan institusi.

Pembahasan utama meliputi integrasi nilai-nilai spiritual dengan pengelolaan keuangan yang produktif, transformasi layanan haji melalui digitalisasi, serta penguatan kepercayaan publik melalui komunikasi dan literasi strategis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense