BREAKING NEWS
 

Siapkan Tiga Jurus Jitu

Airlangga Yakin, Ekonomi Syariah Kita Jadi Jawara

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 10 Oktober 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Rabu (8/10/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam ekosistem ekonomi syariah berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report. Pemerintah optimistis posisi itu bisa meningkat menjadi yang terbaik di dunia tahun depan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Rabu (8/10/2025). 

“Kalau kita terus dorong syariah compliance, maka dalam waktu tidak lama dari nomor tiga kita bisa menyalip ke nomor satu,” kata Airlangga. 

Mantan Menteri Perindustrian ini meyakini, target itu dapat dicapai karena Indonesia memiliki modal besar di berbagai sektor. Mulai dari fashion, pariwisata, keuangan syariah, hingga industri makanan dan minuman halal. 

Menurut Airlangga, kekuatan utama Indonesia terletak pada sektor modest fashion, pariwisata ramah Muslim, serta industri farmasi dan kosmetika halal. 

Baca juga : Transportasi Publik Ramah Kucing Liar

Di sektor pakaian Muslim, misalnya, kebutuhan pasar mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 289 triliun. Sementara industri makanan dan minuman halal mencapai 109 miliar dolar AS. 

“Indonesia adalah satu-satunya negara yang menjalankan sistem halal full compliance. Di negara lain yang diumumkan adalah yang tidak halal. Sedangkan di Indonesia justru halal yang wajib,” ujarnya. 

Airlangga menambahkan, kinerja ekonomi syariah nasional terus menunjukkan tren positif. Pangsa usaha syariah dalam Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat, produk halal ter­sertifikasi melonjak, ekspor produk halal makin kompetitif dan aset keuangan syariah tumbuh konsisten hingga lebih dari Rp 10 ribu triliun pada 2025. 

Adsense

Untuk memperkuat ekonomi syariah, Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, memperluas akses pembiayaan syariah melalui skema inovatif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan Bullion Bank

Penyaluran KUR Syariah selama 2015–2025 telah mencapai Rp 75 triliun untuk 1,3 juta debitur. Sedangkan Bullion Bank telah merealisasikan transaksi 45 ton emas sejak diluncurkan pada Februari 2025. 

Baca juga : Dituntut 7 Tahun Bui, Eks Pejabat Disbud Menangis

Kedua, meningkatkan literasi dan edukasi keuangan syariah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Ketiga, mempercepat digitalisasi, antara lain dengan integrasi sistem SIHALAL, platform wakaf digital, dan pengembangan e-commerce halal yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar global. 

Selain itu, Pemerintah juga mendorong inovasi baru dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Seperti pengembangan Pusat Informasi Terpadu Zakat, Infak dan Sedekah, serta perluasan fitur Sukuk Bank Indonesia (SUK-BI) bagi investor nonbank dan nonresiden. 

“Ekonomi syariah bukan hanya tentang halal dan haram. Tetapi jalan menuju pembangunan yang berkeadilan, inklusif dan berkelanjutan. Mari kita jadikan ekonomi syariah motor penggerak menuju visi Indonesia Emas 2045,” jelas Airlangga. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menambahkan, capaian Indonesia di posisi tiga besar dunia merupakan lompatan besar dibanding sepuluh tahun lalu, ketika ekonomi syariah nasional masih di peringkat ke-10. 

“Dari ranking sepuluh, ekonomi syariah Indonesia melesat ke posisi ketiga. So we are competing with our brother and sister from Saudi Arabia and Malaysia — the three biggest syariah economy in the world,” ujar Perry. 

Baca juga : Eksperimen Kluivert Gagal

Dia menegaskan, BI berkomitmen terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional. 

“Terlebih lagi, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian strategi utama menuju pusat ekonomi syariah dunia,” katanya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense