BREAKING NEWS
 

Meski Ekonomi Dunia Masih Gonjang-ganjing

Industri Jasa Keuangan RI Tetap Berdaya Saing

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 10 Oktober 2025 06:35 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Selanjutnya di China, moderasi perekonomian masih berlanjut dengan rilis beberapa indikator utama. Baik di sisi permintaan maupun penawaran yang di bawah ekspektasi pasar. 

Adapun di Eropa, indikator perekonomian terpantau stagnan dengan beberapa negara ekonomi utama, seperti Prancis, mengalami tekanan. 

Menurut Mahendra, perkembangan-perkembangan itu turut mendukung risk-on investor global, sehingga pasar saham global cenderung menguat. 

Baca juga : Airlangga Yakin, Ekonomi Syariah Kita Jadi Jawara

Di dalam negeri, imbuh mantan Wakil Menteri Perdagangan ini, kinerja perekonomian terjaga, dengan PMI (Purchasing Managers’ Index) manufaktur di zona ekspansi, dan surplus neraca perdagangan meningkat. 

“Namun perlu dicermati, perkembangan permintaan domestik yang masih perlu didorong seiring dengan moderasi inflasi, indeks kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan ritel, semen, dan kendaraan,” bebernya. 

Adsense

Sedangkan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, per Agustus 2025 kredit perbankan mulai meningkat. 

Baca juga : Transportasi Publik Ramah Kucing Liar

Yakni, sebesar 7,56 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau menjadi Rp 8.075 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yang tumbuh 7,03 persen yoy. 

“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga, dan aktivitas operasional perbankan tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat,” terangnya. 

Dian melanjutkan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh paling tinggi, yakni 13,86 persen, diikuti dengan kredit konsumsi 7,89 persen, dan kredit modal kerja 3,53 persen. 

Baca juga : Dituntut 7 Tahun Bui, Eks Pejabat Disbud Menangis

Kemudian, berdasarkan kategori debitur kredit korporasi tumbuh sebesar 10,79 persen, sementara kredit UMKM tumbuh 1,35 persen. 

Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2025 juga tercatat tumbuh sebesar 8,51 persen yoy menjadi Rp 9.385,8 triliun. Pertumbuhan DPK ini lebih tinggi dibandingkan Juli 2025 yang naik sebesar 7 persen. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense