RM.id Rakyat Merdeka - Astra menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi desa melalui pelepasan ekspor perdana komoditas kopi sebanyak 15 ton green bean dari Desa Sejahtera Astra Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menuju Thailand, dengan nilai ekspor mencapai lebih dari Rp 1,65 miliar.
Pelepasan ekspor ini diresmikan Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal Yusra.
Didampingi Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, serta Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University Ernan Rustiadi serta Head of Environment and Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti. Serta, perwakilan Pemerintah Kecamatan Bajawa dan Pemerintah Desa Mukuvoka, tokoh Kampung Adat Ekoheto.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, sebagai bagian dari semangat Astra untuk sejahtera bersama bangsa, kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat desa agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadirkan produk bernilai tambah dari desa.
Baca juga : MedcoEnergi Beli Kembali Saham Senilai Rp 819 M
“Melalui inisiatif ekspor komoditas kopi ini, kami berharap dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2025).
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa merupakan hasil kolaborasi Astra dan IPB University sejak tahun 2024 untuk mengembangkan ekosistem bisnis kopi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.
Boy menuturkan, melalui program ini, Astra berupaya memperkuat kapasitas petani, mendorong regenerasi pelaku usaha tani, serta memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan lokal.
Hingga saat ini, sebanyak 204 masyarakat desa telah terlibat dalam program dengan peningkatan pendapatan petani kopi mencapai 72 persen, penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 54 orang, serta 100 persen produk kopi terserap pasar.
Program ini juga melahirkan dua sosok penggerak muda, Bernard Suryanto Langoday dan Philipus Donnie Kabe yang menjadi contoh nyata regenerasi petani muda di Bajawa.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Peran Orang Tua Tingkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga
Dikatakan Boy, langkah ekspor ke Thailand ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Desa Sejahtera Astra Bajawa untuk menembus pasar internasional dan memperkuat posisi kopi Bajawa sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia.
“Melalui penerapan standar Good Agricultural Handling Practices (GAHP) serta dukungan pelatihan dari IPB University, para petani mampu menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas dataran tinggi Flores," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan peresmian rumah pengering kopi (greenhouse) yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kopi Bajawa.
Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis kopi berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan inovasi produk turunan kopi.
Boy merinci, sejak diluncurkan pada tahun 2018, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi di Indonesia, dengan 468 desa berhasil melakukan ekspor dan total valuasi ekspor mencapai Rp349 miliar (2020–2024).
Baca juga : Waskita Karya Lakukan Groundbreaking Proyek Gedung UGM Senilai Rp113,08 Miliar
“Selain program Desa Sejahtera Astra, Astra juga telah membina lebih dari 19.000 UMKM melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnis Astra," ujarnya.
Semangat Astra untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam memperluas akses pasar bagi produk unggulan desa dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini juga sejalan dengan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.