RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Next Indonesia Center, Herry Gunawan menilai, capaian surplus perdagangan Indonesia pada 2025 yang menjadi tertinggi dalam tiga tahun terakhir merupakan sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi nasional tengah berada di jalur positif.
Menurut Herry, surplus perdagangan menunjukkan bahwa ekspor Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan impor. Kondisi ini memberikan dampak strategis terhadap ketahanan ekonomi nasional. “Pencapaian ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Herry kepada RM.id, Sabtu (18/10/2025).
Ia menjelaskan, surplus perdagangan membawa berbagai manfaat langsung bagi perekonomian nasional, antara lain peningkatan cadangan devisa karena lebih banyak devisa hasil ekspor yang masuk, serta dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, ekspor bersih (selisih antara ekspor dan impor) merupakan salah satu komponen penting dalam Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga : Aktivitas Ekonomi Dan Industri Tak Terganggu
"Ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang sehat karena Indonesia terus mampu menghasilkan produk yang diserap pasar internasional. Kondisi ini turut berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan keberlanjutan produksi nasional,” jelasnya.
Herry mengingatkan, momentum positif tersebut perlu dijaga agar surplus perdagangan dapat berkelanjutan. Ia pun menekankan tiga langkah strategis yang harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Pertama, menjaga iklim usaha yang kondusif. Menurutnya, kegiatan ekonomi hanya bisa tumbuh dalam situasi politik dan sosial yang stabil.
Baca juga : Didemo Pedagang Pasar Barito, Pramono: Kami Nggak Bisa Puasin Semua Orang
Kedua, mengevaluasi regulasi yang kontra-produktif. “Efisiensi produksi nasional sangat bergantung pada kualitas regulasi. Jangan sampai ada peraturan yang justru memperlambat produksi atau menaikkan biaya ekonomi. Proses perizinan harus dipermudah agar biaya regulasi tidak membebani pelaku usaha,” tegasnya.
Ketiga, memperbaiki ekosistem logistik nasional. Herry menilai sektor logistik berperan penting dalam menjaga efisiensi bisnis, khususnya untuk kelancaran arus barang produksi.
“Dukungan terhadap infrastruktur dan sistem logistik akan memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor,” tambahnya.
Baca juga : Akbar Supratman Apresiasi Pembangunan Pelabuhan Regional Salakan Di Banggai Kepulauan
Meski demikian, Herry menilai masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah, terutama dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Keberhasilan ini adalah modal awal yang baik. Namun pemerintah harus terus bekerja keras agar aktivitas ekonomi semakin efisien, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur, sehingga ketahanan ekonomi semakin kuat dan pertumbuhan dapat berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.