BREAKING NEWS
 

Promosikan Biodiversity Kebun Sawit, IPOSS Tekankan Prinsip Berkelanjutan

Reporter : OSPI DARMA
Editor : FAQIH MUBAROK
Minggu, 19 Oktober 2025 15:43 WIB
Dewan Pengawas IPOSS, Darmin Nasution (keempat dari kiri) dan Sofyan A. Djalil (kelima dari kiri) bersama para pembicara dalam acara diskusi publik dan pemutaran film dokumenter Palm Oil in the Land of Orangutans di Jakarta, Jumat (17/10/2025). Foto: Dok IPOSS

 Sebelumnya 
Pemutaran film ini penting sebagai media edukasi publik yang objektif, sekaligus sebagai pintu masuk untuk diskusi kritis yang konstruktif yang disponsori oleh KBRI Kopenhagen, Kebun Binatang Kopenhagen (Copenhagen Zoo) dan IPOSS.

Selama 8 tahun (2015-2023), Copenhagen Zoo dan United Plantation melakukan rehabilitasi hutan sambil melakukan pengamatan secara empiris atas biodiversitas yang menyeruak dalam “hutan koridor” seluas 318 hektare, menghubungkan area perkebunan sawit dan hutan lindung di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Dalam film ini terlihat, beberapa ekor orangutan yang baru melahirkan dan mereka hidup secara baik di perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, berbagai binatang seperti serangga, ular dan berbagai burung juga berkembang biak secara normal. Hal ini menunjukkan bahwa produksi minyak kelapa bisa sawit dilakukan tanpa mempengaruhi ekosistem flora dan fauna. Director of Global Development Copenhagen Zoo Simon Bruslund menuturkan, pembangunan hutan koridor yang diupayakan oleh United Plantation dirancang untuk menghubungkan area perkebunan kelapa sawit dengan hutan lindung di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting sangat penting karena ini menjadi ”jalan tol” penghubung lalu lintas satwa liar yang hidup di antara tempat tersebut.

Adsense

Simon menambahkan, selain orangutan pihaknya juga melakukan penelitian tentang satwa lain yang hidup di Taman Nasional Tanjung Puting diantaranya burung yang semakin hari semakin menurun spesiesnya.

Baca juga : MODENA Food Hub Berkolaborasi Wujudkan Akses Pangan Berkelanjutan

”Kami melakukan penandaan di burung yang kami teliti sebagai upaya lebih lanjut dalam menjaga keberlanjutan kehidupan burung itu,” katanya.

Manager International Project Development Copenhagen Zoo Carl Traeholt menambahkan, untuk mewujudkan industri kelapa sawit berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama.

Dari produsen, konsumen, sampai masyarakat luas. Carl juga menyinggung Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang menjadi syarat sertifikasi industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Carl juga menekankan adanya adapting management khususnya terkait spesies, air dan populasi.

”Jika adapting management ini tidak dilakukan dengan baik, maka yang terjadi adalah penurunan ekosistem,” katanya.

Baca juga : WHO Apresiasi Bintang Toedjoe Kembangkan Produk Herbal Berkelas Global

Sementara itu, pakar kehutanan dan lingkungan Petrus Gunarso mengingatkan pentingnya perhatian khusus mengenai kawasan hutan oleh pemerintah. Terutama dalam hal pengelolaan dan pemeliharaan yang semestinya dilakukan juga pembaruan data secara secara berkala dan berkelanjutan.

Petrus juga menyinggung spesies yang yang hidup di kawasan hutan, khususnya orang utan dan harimau.

”Kawan-kawan dari NGO ini jika membicarakan sesuatu, pasti menggunakan keystone species. Dalam hal ini adalah orang utan dan harimau,” katanya.

Bagi Indonesia, lanjut Petrus, kegiatan ini memiliki makna strategis. Pertama, untuk menunjukkan keterbukaan dalam membicarakan isu sawit secara ilmiah dan berimbang.

Kedua, untuk mengedukasi publik—terutama generasi muda dan kalangan akademisi—agar memahami kompleksitas hubungan antara ekonomi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : APP Group Dorong Bisnis Ramah Alam Dan Berkelanjutan Di IISF

Ketiga, kegiatan ini memperkuat kerjasama diplomasi hijau antara Indonesia dan komunitas internasional, khususnya dengan Denmark melalui dukungan KBRI Kopenhagen dan Copenhagen Zoo.

Acara ini juga dihadiri oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Heru Hartanto Subolo, serta Dewan Pengawas IPOSS, yakni Darmin Nasution, Sofyan A. Djalil dan Yuri Octavian Thamrin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense