RM.id Rakyat Merdeka - Forum Asosiasi Jasa Konstruksi Indonesia mendukung program prioritas pemerintah, yakni Sekolah Rakyat.
Ketua Forum Komunikasi Jasa Konstruksi Andi Rukman Karumpa meyakini program Sekolah Rakyat bukan sekadar kebijakan, melainkan sebuah lompatan peradaban yang strategis.
"Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi yang telah terlalu lama membelenggu, dengan menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk diberikan tangga menuju masa depan yang lebih cerah," ujar Andi yang didampingi DR Sigit Ajar Susilo selaku sekertaris Forum Asosiasi Jasa Konstruksi Indonesia, di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Andi menyebut program ini membuka jalan bagi lahirnya pelaku usaha baru dari generasi bawah, merobek batas-batas strata sosial dan menciptakan pemerataan ekonomi yang inklusif.
Hal ini merupakan jawaban terhadap darurat pendidikan yang mana ratusan ribu anak putus sekolah dan belum pernah merasakan bangku pendidikan, yang tanpa memiliki ijazah hanya akan menambah barisan pengangguran.
"Konsep boarding school dengan jaminan makan tiga kali gratis, fasilitas belajar yang memadai, dan pembentukan karakter yang holistik merupakan wujud tanggung jawab negara yang paling hakiki, sebuah investasi terbaik dana rakyat untuk masa depan rakyat itu sendiri," ucap Ketua Umum BPP GAPENSI tersebut.
Baca juga : Guru Besar Unsoed: Pengalihan TKD Momentum Kemandirian Pemda
Oleh karenanya, Andi menilai semangat luhur program pendidikan ini tidak boleh dikhianati oleh metode tender pekerjaan fisiknya.
Andi menyampaikan, pemaketan pembangunan Sekolah Rakyat digabungkan beberapa lokasi dalam satu paket dengan nilai lebih Rp 1 triliun dan ratusan miliar rupiah.
"Di sisi lain, kami harus bersuara lantang menolak praktik yang justru dapat mematikan denyut nadi perekonomian kita, yaitu pemaketan pekerjaan fisik yang mengonsolidasi banyak lokasi menjadi satu paket tender besar," sambung Andi.
Menurut Andi, praktik pemaketan beberapa lokasi dalam satu paket tender besar justru bertolak belakang dengan semangat membangun dari akar rumput.
Andi menyebut tender mempersyaratkan pengalaman minimal. Dia mengatakan, pemaketan semacam ini tidak mencerminkan kompetisi sehat dan cenderung memonopoli pekerjaan pada segelintir kontraktor saja, secara bersamaan hal ini juga menutup akses dan meminggirkan peran pengusaha kecil, menegah dan lokal yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Secara prinsipil, kata dia, praktik ini bertentangan dengan tujuan dan prinsip tender yang sehat.
Baca juga : Freeport Tambah Saham, Rakyat Dapat Untung Besar
"Dari aspek tujuan, ia gagal menghasilkan jasa yang tepat karena mengabaikan kontraktor kecil, menengah dan lokal yang justru paling memahami karakteristik lokasi," lanjut Andi.
Alih-alih meningkatkan peran serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, lanjut Andi, praktik ini justru mencekik para pelaku UMKM.
Dari sudut pandang prinsip dasar, pemaketan semacam ini tidak efisien karena rentan menimbulkan biaya logistik dan koordinasi yang membengkak serta pengawasan terhadap beberapa lokasi yang berbeda menjadi sangat lemah.
Oleh karena itu, Forum Asosiasi Jasa Konstruksi Indonesia meminta agar metode Pengadaan program Sekolah Rakyat dilakukan dengan memecah paket pekerjaan fisik sesuai dengan lokasi dan kapasitas usaha lokal.
Andi menilai, kepercayaan dan kesempatan yang lebih besar harus diberikan kepada pengusaha lokal untuk membangun sekolah di daerahnya sendiri.
"Mereka yang paling paham medan, paling dekat dengan masyarakat, dan yang akan memastikan dana pembangunan berputar untuk kesejahteraan daerah setempat," tegas Andi.
Baca juga : Ribka Haluk: Komite Eksekutif Otsus Jadi Motor Baru Pembangunan Papua
Dengan pendekatan ini, Andi menyebut pemerintah tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi daerah.
Andi mengatakan, hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah yang tidak hanya mencetak generasi penerus yang cerdas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan pelaku usaha yang tangguh.
"Mari wujudkan cita-cita pendidikan yang inklusif dengan pengadaan yang juga inklusif, demi Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat," ajak Andi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.