BREAKING NEWS
 

Rupiah Melemah Tipis Ke Rp 16.598, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 27 Oktober 2025 09:20 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pagi ini dibuka melemah tipis sebesar 0,02 persen ke level Rp16.598 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (24/10/2025) di level Rp 16.602 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan naik 0,55 persen, yuan China menguat 0,17 persen, dolar Taiwan 0,16 persen, baht Thailand 0,15 persen, dolar Singapura 0,12 persen, ringgit Malaysia 0,11 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, dan yen Jepang 0,01 persen.

Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.613 Per Dolar AS

Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,06 persen ke level 98,69. Adapun nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain tercatat: euro melemah 0,12 persen ke level Rp 19.040, poundsterling Inggris menguat 0,06 persen ke level Rp 22.112, dolar Australia menguat 0,44 persen ke level Rp 10.844.

Adsense

Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, secara fundamental rupiah memiliki potensi untuk menguat terhadap dolar AS. Menurutnya, optimisme pasar atas perundingan perdagangan antara China dan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor pendorong sentimen positif.

Baca juga : Rupiah Tertekan Ke Rp 16.620 Di Tengah Sentimen Global

Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah optimisme perundingan perdagangan China-AS,” ujarnya.

Dukungan bagi rupiah juga datang dari data inflasi AS yang dirilis Jumat lalu. Lukman menjelaskan, data tersebut menunjukkan adanya tanda-tanda moderasi atau pendinginan inflasi, yang meningkatkan harapan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuannya, langkah yang biasanya berdampak positif bagi nilai tukar rupiah.

Baca juga : Rupiah Tertekan Di Rp 16.615, Pasar Tunggu Hasil RDG BI

“Nilai tukar rupiah hari ini kemungkinan bergerak terbatas,” katanya.

Pelaku pasar, lanjutnya, masih bersikap antisipatif atau wait and see menjelang dua agenda besar pekan ini, yakni rapat kebijakan The Fed dan pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump. Lukman memproyeksikan, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.550–Rp 16.650 per dolar AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense