Sebelumnya
Setali tiga uang, pemerhati transportasi Akhmad Sujadi mendorong BUMN transportasi melakukan persiapan menghadapi angkutan Nataru sejak jauh-jauh hari.
“Mobilitas masyarakat saat libur Nataru, akan ada peningkatan. Makanya, penting untuk disiapkan lebih baik, antisipasi untuk berbagai kondisi,” imbau Sujadi saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Sujadi menyebut beberapa hal yang harus disiapkan. Di antaranya, sarana dan prasarana. Lalu, persiapan penambahan armada untuk kapal laut, bus, kereta api dan pesawat.
Ia menyambut positif lahirnya aturan tentang pemberian potongan harga tiket. Hal ini menunjukkan dukungan nyata Pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. Kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Baca juga : Sanksi Materi Dan Sosial Bisa Bikin Pelaku Jera
“Karena saat libur Nataru, masyarakat biasanya mengunjungi tempat wisata. Dan yang ramai itu ke arah timur Indonesia,” ucapnya.
Terpisah, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Mohammad R. Pahlevi mengatakan, untuk kesiapan jelang libur Nataru tahun ini, pihaknya memberlakukan potongan 50 persen terhadap tarif jasa kebandarudaraan.
Yakni, Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) di 37 bandara untuk penerbangan niaga berjadwal dalam negeri dan penerbangan extra flight, dengan pembelian tiket pesawat mulai 22 Oktober 2025 dan keberangkatan penerbangan pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Pahlevi menjelaskan, tarif PJP2U merupakan tarif atas pelayanan di bandara yang dititipkan dalam tiket pesawat.
Baca juga : Kejagung Segera Eksekusi Harvey Dan Lelang Asetnya
“Sehingga potongan harga sebesar 50 persen terhadap tarif PJP2U akan memengaruhi nominal harga tiket pesawat,” ujar Pahlevi di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Pihaknya juga memberlakukan potongan tarif 50 persen terhadap Tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), bagi maskapai nasional di seluruh bandara InJourney Airports pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Hal ini bertujuan mendukung operasional maskapai sebagai bagian dari ekosistem kebandarudaraan.
“Kami juga menyiagakan bandara selama 24 jam sesuai kebutuhan, untuk mengantisipasi permintaan penerbangan selama libur akhir tahun,” katanya.
Baca juga : Inter Milan Vs Fiorentina, Misi Pemulihan Mental
Penurunan harga tiket penerbangan selama Nataru akan diimplementasikan PT Citilink Indonesia, anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.