BREAKING NEWS
 

Sigap Baca Arah Angin, Indonesia Tahan Banting

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 30 Oktober 2025 06:35 WIB
Grafik pertumbuhan ekonomi. (Grafis: Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia berhasil menjaga ekonominya tetap stabil. Sepanjang setahun terakhir, pemerintah mampu memperkuat konsumsi domestik sekaligus menjaga disiplin fiskal. Hasilnya, ekonomi nasional tetap tumbuh stabil di kisaran 5 persen.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan, tahun 2025 bisa dibilang sebagai tahun “prihatin” bagi ekonomi global. Sejumlah lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD telah memangkas proyeksi pertumbuhan dunia tahun ini. Mereka juga memperkirakan tren perlambatan masih akan berlanjut hingga awal tahun depan. 

Fakhrul menjelaskan, faktor utama perlambatan tersebut adalah meningkatnya tren deglobalisasi. Banyak negara kini memilih menutup diri, menahan aliran modal keluar, dan mengurangi ketergantungan pada perdagangan internasional. Akibatnya, arus investasi ke negara berkembang ikut tersendat. Ditambah lagi perang dagang AS–China, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga perubahan kebijakan moneter The Fed. 

Baca juga : Kelas Menengah Tunda Belanja Fesyen Dan Liburan

Di tengah situasi tersebut, kata Fakhrul, Pemerintah dinilai sigap membaca arah angin. Sehingga ekonomi Indonesia tetap tahan banting. 

Menurut dia, hal itu tercapai karena dalam setahun terakhir, pemerintah telah menerapkan kebijakan fiskal yang lebih redistributif. Pemerintah mengalihkan anggaran dari kelompok atau sektor yang kuat secara ekonomi ke kelompok yang lebih lemah. 

“Ketika ekonomi dunia sedang lesu, yang dibutuhkan adalah kebijakan fiskal yang redistributif untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional,” kata Fakhrul, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (25/10/2025). 

Baca juga : Rawan Tumbang Saat Hujan, 5.000 Pohon Di Jakarta Dipasangi Penyangga

Fakhrul menyebut, kebijakan redistribusi yang dijalankan pemerintah terlihat dari program quick wins atau hasil cepat terbaik. Misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, program ini menjadi stimulus yang tepat sasaran bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan dampaknya langsung terasa pada ekonomi lokal. Efek pengganda fiskal dari program ini terlihat nyata melalui meningkatnya aktivitas ekonomi daerah, pergerakan rantai pasok pangan, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja di masa depan. “Namun, penting adanya perbaikan program MBG pada tahap pelaksanaan,” cetusnya. 

Fakhrul menjelaskan, untuk APBN 2025 pemerintah melakukan realokasi percepatan belanja, yaitu mengalihkan sebagian anggaran agar bisa digunakan lebih cepat untuk program prioritas. Namun, langkah ini membuat ruang fiskal menjadi lebih terbatas, sehingga kemampuan pemerintah menambah program baru atau memperluas belanja menjadi lebih sempit. “Intensi dan programnya sebenarnya sudah baik, hanya saja pelaksanaannya perlu lebih optimal agar hasilnya benar-benar terasa bagi masyarakat,” ujarnya. 

Menurut Fakhrul, kebijakan tersebut berhasil membuat Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah badai global. Ekonomi nasional tumbuh di kisaran 5 persen, neraca perdagangan tetap surplus, inflasi terkendali, dan pasar keuangan stabil. “Itu capaian yang layak diapresiasi,” ujar Fakhrul. 

Adsense

Baca juga : Eks Sekjen Kemenaker, TSK

Direktur Insight Kadin Indonesia Institute ini menyebut masuknya Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan arah kebijakan ekonomi pemerintah kini lebih berfokus pada pertumbuhan dari sumber domestik. Kebijakan Purbaya yang menempatkan dana sekitar Rp200 triliun ke sektor perbankan akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, langkah untuk meninjau ulang tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga dinilai bisa menjadi katalis penting dalam memulihkan daya beli masyarakat dan mendorong kebangkitan sektor riil. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense