Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Likuiditas Stabil, Fundamentalnya Kuat
Ekonomi Nasional Menggairahkan
Rabu, 29 Oktober 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perekonomian nasional terus menunjukkan tren positif. Dengan likuiditas yang stabil dan fundamental yang kuat, ekonomi Indonesia diproyeksikan semakin bergairah.
Berdasarkan riset UOB Kay Hian bertajuk “Indonesia’s Liquidity Cross-currents: M2 Growth Lifts Bonds as Credit Lags” yang dirilis pada 27 Oktober 2025, prospek ekonomi Kuartal IV-2025 diperkirakan menguat seiring stabilnya likuiditas perbankan dan kebijakan moneter yang akomodatif.
Riset tersebut mencatat pertumbuhan jumlah uang beredar luas (M2) meningkat menjadi 8,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2025, naik dari 7,6 persen pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan aset luar negeri bersih (NFA) sebesar 12,6 persen, dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan surplus perdagangan.
Baca juga : OSO: Banyak Tokoh Akan Gabung Hanura
Sementara itu, pertumbuhan aset domestik bersih (NDA) tercatat 6,8 persen yoy. Kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas pemerintah yang ditempatkan di perbankan belum sepenuhnya tersalurkan menjadi kredit baru.
“Likuiditas dari penempatan dana pemerintah di bank-bank BUMN masih menunggu panduan teknis sebelum dapat disalurkan ke sektor riil,” ujar Analis UOB Kay Hian, Suryaputra Wijaksana, di Jakarta, Selasa (28/10/ 2025).
Melimpahnya likuiditas perbankan juga mengalir ke pasar obligasi pemerintah, mendorong tingginya permintaan dan menurunkan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) pada September 2025. Kondisi ini diperkuat oleh pembelian obligasi oleh Bank Indonesia (BI) yang semakin menopang stabilitas pasar surat berharga domestik.
Baca juga : Idrus Menganggap Meme Bahlil Bentuk Penghinaan
“Dengan permintaan terhadap obligasi pemerintah yang jauh melampaui pasokan, yield obligasi cenderung menurun,” kata Suryaputra.
Meski likuiditas meningkat, tekanan inflasi diperkirakan tetap terkendali. UOB Kay Hian memperkirakan inflasi sepanjang 2025 berada di level 2,7 persen. Dengan inflasi yang stabil dan pertumbuhan ekonomi yang menguat, BI diperkirakan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif guna mendorong ekspansi kredit.
Memasuki Kuartal IV-2025, aktivitas ekonomi diproyeksikan meningkat seiring percepatan belanja pemerintah, membaiknya stabilitas politik, serta meningkatnya kepercayaan bisnis dan konsumen. Faktor-faktor tersebut diharapkan dapat mendukung akselerasi pertumbuhan kredit secara moderat hingga akhir tahun.
Baca juga : Produksi Migas Naik Jadi 607 Ribu Barel Per Hari, Menteri Bahlil Happy
“Percepatan realisasi belanja fiskal dan perbaikan sentimen domestik akan mendorong pertumbuhan uang beredar yang lebih stabil serta memperkuat fondasi ekonomi menjelang akhir tahun,” ujar Suryaputra.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya