RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) hadirkan energi berdaulat dengan sambungan listrik gratis bagi ribuan warga di pelosok, menyalakan harapan menuju Indonesia kuat dan mandiri energi.
Ribuan keluarga prasejahtera di berbagai penjuru Tanah Air akhirnya dapat menikmati listrik sendiri untuk pertama kalinya. Cahaya yang lama dinantikan itu kini menerangi rumah-rumah mereka berkat program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” yang digagas PT PLN (Persero) dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.
Program ini menjadi simbol nyata upaya PLN mewujudkan energi berdaulat untuk Indonesia yang kuat, dengan memberikan lebih dari 8.000 sambungan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu di seluruh Indonesia.
Komitmen Pemerintah dan PLN untuk Keadilan Energi
Upaya PLN ini sejalan dengan mandat pemerintah untuk mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok Tanah Air, terutama melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) keluarga pra sejahtera.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan energi.
“Sekali lagi saya perintahkan, agar 2029 sampai 2030, semua desa, semua kelurahan, sudah harus ada listrik. Tidak boleh lagi kita biarkan anak-anak kita. Masa depan bangsa, tidak merasakan fasilitas yang layak untuk mereka bisa sekolah baik, bisa kesehatan baik, ya kemudian bisa ekonominya baik. Agar nelayan yang bisa juga menangkap ikan dan hasilnya bisa terjaga dan bisa dijual dengan harga yang baik," ujar Bahlil, (29/10/2025).
Secara nasional, realisasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) keluarga pra sejahtera tahun 2024 mencapai 155.429 rumah tangga.
Sementara itu, hingga September 2025, sebanyak 135.482 rumah tangga telah menerima sambungan listrik dari target 215.000 rumah tangga pada akhir tahun.
Baca juga : UI Gaungkan Inovasi Berbasis AI di QiR 2025 Demi Masa Depan Indonesia Lebih Baik
Adapun hingga Semester I tahun 2025, Rasio Elektrifikasi nasional mencapai 98,53 persen. Artinya, hampir seluruh rumah tangga di Indonesia telah menikmati listrik, meskipun masih ada sekitar 1,47 persen rumah tangga yang belum berlistrik, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Daerah-daerah 3T ini menjadi prioritas utama Pemerintah untuk membangun infrastruktur kelistrikan.
“Saya meminta kepada Dirjen EBTKE dan Dirjen Listrik dan PLN. Anggarannya sudah ada. Saya minta prioritaskan semua daerah-daerah 3T. Selesaikan dulu," tegas Bahlil.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN untuk mendukung penuh program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diinisiasi Kementerian ESDM sebagai wujud pemerataan akses energi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia telah menegaskan, agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan. PLN memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati listrik sebagai hak dasar,” ujar Darmawan (29/10/2025).
Menurutnya, BPBL menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru meskipun jaringan listrik sudah tersedia. Program ini menjembatani kesenjangan antara ketersediaan infrastruktur dan kemampuan masyarakat.
“PLN siap all out menyukseskan BPBL. Kami pastikan seluruh proses berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Darmawan.
Kisah Haru di Balik Terangnya Rumah Warga
Salah satu penerima manfaat adalah Karmini, warga Desa Ngruwet, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Setelah lebih dari dua dekade menumpang listrik dari tetangga, ibu dua anak itu akhirnya bisa menyalakan lampu sendiri.
Baca juga : Sigap Baca Arah Angin, Indonesia Tahan Banting
“Dulu kami nyantol dari tetangga, jadi harus hemat sekali. Sekarang alhamdulillah sudah punya listrik sendiri, dibantu oleh PLN. Terima kasih PLN atas bantuannya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Kamis (23/10).
Kini, listrik bagi Karmini bukan sekadar penerangan malam hari, tetapi tanda perubahan hidup. Ia sudah berencana membeli setrika dan televisi, dua benda sederhana yang dulu hanya bisa ia bayangkan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengapresiasi langkah nyata PLN yang membawa manfaat langsung bagi warganya. “Di Sragen ini masih ada warga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri, terutama masyarakat tidak mampu. Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah membantu mewujudkan penerangan bagi warga kami. Semoga kerja sama ini terus berlanjut demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Semangat serupa juga dirasakan warga Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Di sana, sepuluh rumah tangga yang mayoritas petani kini memiliki sambungan listrik mandiri dan legal setelah sekian lama menumpang dari tetangga.
“Alhamdulillah, sekarang rumah saya terang. Terima kasih PLN, semoga berkah untuk semuanya,” ujar Kuzaemah, salah satu penerima manfaat, dengan mata berkaca-kaca. Semangat kemerdekaan energi juga sampai ke Tulungagung, Jawa Timur. Di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, wajah Parno (50) tampak berseri saat rumahnya untuk pertama kali tersambung listrik.
“Sekarang kami bisa lebih nyaman dalam beraktivitas karena sudah ada listrik. Terima kasih atas bantuan pemasangan listrik gratis,” ucap Parno, lelaki yang sehari-hari bekerja serabutan.
Listrik: Sumber Kehidupan dan Harapan Baru
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud semangat kemerdekaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga : Medan Juang Baru Pemuda: Jaga Kedaulatan Bangsa di Era Algoritma dan Metaverse
“Listrik bukan sekadar sumber energi, tetapi sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PLN berkomitmen menghadirkan terang hingga pelosok negeri agar semua saudara kita dapat merasakan manfaat listrik. Ini adalah simbol harapan dan bukti nyata semangat Electricity for All, listrik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Didi.
Senada, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan pentingnya listrik bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup.
“Seperti pepatah Jawa mengatakan saka pepadhang bakal tuwuh pangarep-arep, dari cahaya akan tumbuh harapan. Melalui program ini, PLN berkomitmen memastikan setiap rumah tangga di seluruh tanah air bisa menikmati manfaat listrik. Ketika listrik hadir, kehidupan akan menjadi lebih mudah, anak-anak bisa belajar dengan terang, dan usaha kecil bisa berkembang,” jelas Arsyadany.
Dari Sragen hingga Tulungagung, dari Demak hingga pelosok nusantara, cahaya PLN kini bukan sekadar menerangi ruang, tetapi juga menyalakan asa.
Di usia ke-80 tahun, PLN meneguhkan tekadnya: menghadirkan terang, menyalakan semangat, dan memastikan tak ada satu pun warga Indonesia yang tertinggal dalam gelap.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.