Dark/Light Mode

Stabilitas Energi Terjaga, Rakyat Puas Kinerja Menteri Bahlil

Kamis, 23 Oktober 2025 17:09 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerhati kebijakan publik Dian Rosmala menilai kinerja Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menunjukkan capaian signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional, meski kebijakan populisnya membuat sebagian kalangan elit ekonomi tidak senang.

“Dua kali disurvei, hasilnya konsisten bagus. Ini menunjukkan apresiasi publik terhadap Menteri Bahlil cukup tinggi,” kata Dian di Jakarta, Kamis.

Ia merujuk pada hasil dua lembaga survei nasional, yakni Index Politica dan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), yang menempatkan Bahlil di jajaran menteri dengan kinerja terbaik di kabinet. Dalam survei Index Politica, Bahlil berada di posisi kedua setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sedangkan survei ARCI menempatkannya di lima besar.

Baca juga : Kakorlantas Apresiasi ETLE Jabar, Kinerja Melonjak 800 Persen

“Survei-survei itu menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat bawah yang cukup tinggi. Rakyat menilai kebijakan Bahlil berpihak pada kepentingan publik,” ujar Dian.

Namun, menurut Dian, keberanian Bahlil dalam menata ulang kebijakan di sektor energi dan pertambangan justru membuat sebagian kalangan elit dan kelompok bisnis besar merasa terganggu.

“Banyak pemain-pemain lama yang menikmati rente dari subsidi dan izin tambang terganggu. Ketika mereka kehilangan privilese, serangan di media sosial pun muncul,” ujarnya.

Baca juga : Kebijakan Menteri Bahlil Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Dian menjelaskan, resistensi itu terutama datang dari kelompok yang disebutnya sebagai “elit-mafioso”, yakni jaringan pengusaha dan politisi yang selama ini diuntungkan dari kebijakan yang tidak pro-rakyat.

“Ketika Menteri Bahlil melakukan penataan izin tambang, mencabut ribuan IUP bermasalah, atau menghentikan ekspor nikel mentah, mereka yang kehilangan kepentingan langsung bereaksi. Tapi Bahlil tidak bergeming,” kata Dian.

Dian menambahkan, langkah Bahlil membagikan lahan tambang kepada ormas keagamaan, koperasi, UKM, dan BUMD juga merupakan kebijakan yang mengembalikan sumber daya negara untuk kesejahteraan rakyat.

Baca juga : Akademisi Sumsel Kompak Sebut Program Listrik Desa Menteri Bahlil Pro Rakyat

“Kebijakan ini mungkin tidak populer di kalangan elit, tapi bagi rakyat, ini keberpihakan nyata,” ujarnya.

Ia menilai serangan terhadap Bahlil di media sosial hanyalah upaya pihak-pihak yang kecewa karena kehilangan keuntungan besar.

“Rakyat puas, tapi elit-mafiosonya marah besar. Karena ratusan triliun rupiah cuan mereka kini kembali ke negara,” pungkas Dian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.