Dark/Light Mode

UI Gaungkan Inovasi Berbasis AI di QiR 2025 Demi Masa Depan Indonesia Lebih Baik

Kamis, 30 Oktober 2025 06:51 WIB
Pembukaan QiR 2025 oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah. (Foto: FTUI)
Pembukaan QiR 2025 oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah. (Foto: FTUI)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset dan inovasi teknologi global melalui penyelenggaraan The 19th International Conference on Quality in Research (QiR) 2025. Konferensi bergengsi ini digelar di Yogyakarta pada 27–28 Oktober 2025 dengan tema “Empowering Indonesia Through AI-Driven Innovation and Solutions for a Better Future.”

Ajang internasional ini menjadi forum pertemuan para ilmuwan, akademisi, dan profesional dari lebih 20 negara untuk membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. Tahun ini, FT UI berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai co-organizer dengan menghadirkan forum multidisiplin yang mempertemukan kalangan akademisi, industri, dan pembuat kebijakan.

Lebih dari 270 peneliti mempresentasikan hasil riset mereka di berbagai bidang teknik dan arsitektur. QiR 2025 juga digelar bersamaan dengan The 10th International Symposium on Biomedical Engineering (ISBE) dan The 10th Indonesia–Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS), memperkuat sinergi akademik antara Indonesia dan mitra internasional, termasuk Chiba University dan Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT).

Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menegaskan pentingnya inovasi berbasis AI dalam mempercepat transformasi nasional menuju kemandirian teknologi. “Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia tengah mengintegrasikan AI untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan produktivitas industri, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” ujar Prof. Heri. Menurutnya, QiR menjadi bukti kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong transformasi teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dekan FT UI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa QiR telah menjadi ruang kolaboratif global yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu teknik untuk menghasilkan inovasi berdampak nyata. “Selama hampir dua dekade, QiR bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga jembatan antara dunia akademik, industri, dan pemerintah. Tahun ini kami menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk memanfaatkan potensi AI secara optimal,” ujarnya.

Tiga keynote speaker internasional turut memperkaya diskusi ilmiah QiR 2025. Prof. Dr. Ir. Dodi Sudiana, M.Eng. (UI), memaparkan pemanfaatan teknologi satelit berbasis AI untuk pemantauan lingkungan dan ketahanan nasional. Sementara itu, Prof. Ali Malkawi dari Harvard University memperkenalkan proyek HouseZero, bangunan eksperimental yang memanfaatkan AI dan sensor multi-data untuk menciptakan desain rumah hemat energi menuju konsep net zero building.

Pembicara ketiga, Prof. Ong Yew Soon dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, mengajak peserta menelaah sisi etis pengembangan AI. Ia menyoroti bagaimana AI kini membantu peneliti menghasilkan ide dan prototypemelalui teknologi cetak 3D, namun tetap menekankan pentingnya menjaga etika, integritas, dan moralitas dalam setiap inovasi.

Moderator sesi utama, Prof. Muhammad Suryanegara (FT UI), menegaskan bahwa AI bukan akhir dari kecerdasan manusia, melainkan evolusinya. “AI adalah mitra bagi manusia untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya, menutup sesi dengan optimisme terhadap kolaborasi riset global.

Selain tiga pembicara utama, lebih dari 20 pakar dari universitas ternama dunia seperti The University of Tokyo, TU Delft, University of New South Wales (UNSW) Sydney, University of London, dan National Taiwan University of Science and Technology turut berbagi riset terkini di bidang AI integrationsustainable materialsdigital construction, dan biomedical innovation.

Sejak pertama kali digelar pada 1998, QiR telah menjadi konferensi unggulan FT UI dan pusat kolaborasi riset di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini, sejumlah makalah terpilih akan diterbitkan di jurnal internasional bereputasi seperti Frontiers in Built EnvironmentInternational Journal of Technology, dan Discover Applied Sciences. Dengan semangat engineering for humanity, QiR 2025 diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dan memperkuat posisi Indonesia dalam kepemimpinan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk masa depan yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.