BREAKING NEWS
 

Bangun Pabrik Soda Ash Pertama Di Indonesia

Pupuk Indonesia Proyeksi Hemat Devisa Rp 1 Triliun

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 2 November 2025 06:30 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), mulai melakukan pembangunan pabrik soda ash di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Pabrik ini diproyeksi akan mengurangi 30 persen ketergantungan impor komoditas tersebut dengan nilai mencapai Rp 1 triliun.

Pemasangan tiang panjang sebagai tanda dimulainya pembangunan pabrik soda ash tersebut telah dilakukan pada Jumat (31/10/2025), di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pembangunan ini menandai babak baru dari perjalanan panjang industri pupuk dan petrokimia nasional, yang telah berkembang sejak berdirinya pabrik pertama pada 1959. 

Baca juga : Hore, DKI Tak Pangkas Penerima KJP dan KJMU

“Ini sebuah tonggak sejarah dari industri nasional, sekaligus komitmen nyata kami dalam memperkuat hilirisasi, kemandirian industri kimia strategis dan transformasi berkelanjutan yang rendah emisi,” ujar Rahmad di Jakarta, Jumat (31/10/2025). 

Rahmad menjelaskan, dengan memanfaatkan karbon dioksida (CO2) hasil samping dari fasilitas produksi amonia existing, pabrik ini akan menghasilkan produk kimia bernilai tambah tinggi, yaitu soda ash yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri nasional, seperti kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, keramik dan sebagainya. 

Saat beroperasi penuh nanti, kata dia, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun. 

Baca juga : Kasus Kuota Haji, KPK Berharap Tak Terulang

“Jumlah ini diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan soda ash nasional, yang selama ini masih bergantung pada impor,” katanya. 

Dengan berkurangnya ketergantungan tersebut, papar Rahmad, keberadaan pabrik soda ash Pupuk Kaltim berpotensi menghemat devisa hingga Rp 1 triliun per tahun dari substitusi impor soda ash. 

Serta, sekitar Rp 250 miliar per tahun dari substitusi impor amonium klorida, yang merupakan produk sampingan dari proses produksi soda ash. 

Baca juga : AC Milan Vs AS Roma, Adu Mekanik Baru

“Mudah-mudahan mimpi besar bangsa Indonesia untuk lebih mandiri dan memiliki ketahanan industri yang semakin kuat dengan mengurangi impor bisa kita capai,” ungkapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense