Dark/Light Mode

Bicara Persatuan Dan Saling Percaya Di KTT APEC

Prabowo Singgung Perang Lawan Pebisnis Rakus

Sabtu, 1 November 2025 07:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto disambut Presiden Republik Korea Lee Jae-myungLee Jae-myung saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat (31/10/2025). (Foto: Biro Pers)
Presiden Prabowo Subianto disambut Presiden Republik Korea Lee Jae-myungLee Jae-myung saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat (31/10/2025). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025, Jumat (31/10/2025). Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo bicara persatuan dan saling percaya, juga menyinggung upaya Indonesia perang lawan pebisnis rakus.

KTT APEC 2025 berlangsung di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan. Sejumlah pemimpin dunia hadir. Termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Namun, Trump pulang lebih dulu sebelum KTT APEC resmi dibuka.

Prabowo tiba di HICO sekitar pukul 09.36 waktu setempat. Prabowo tampil mengenakan setelan jas berwarna gelap dengan pin Merah Putih di dada kiri serta dasi berkelir biru.

Setibanya di lokasi, Prabowo disambut oleh Head of the Planning and Management Department of the APEC Preparatory Office for APEC 2025, Kim Ji-joon. Kemudian, Prabowo menuju ruang utama pertemuan di lantai tiga dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Baca juga : Mundurnya Ditolak MKD, Sara Gerindra Diaktifkan Lagi Jadi Anggota DPR

Di ruang utama, Prabowo disambut langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Keduanya sempat berinteraksi dalam suasana hangat dan penuh rasa saling hormat. Pertemuan itu turut diabadikan dalam sebuah foto bersama dengan latar belakang layar bertuliskan “APEC 2025 Korea, 31 October 2025, Gyeongju”. 

Setelah prosesi penyambutan, Prabowo bergegas menuju ruang pertemuan untuk mengikuti sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM). Dalam forum ini, para pemimpin ekonomi APEC duduk dalam format melingkar. Dipimpin langsung oleh Presiden Korsel Lee Jae-myung, selaku tuan rumah. 

Sementara, Prabowo menempati kursi diapit oleh Kepala Eksekutif Hong Kong (China) John Lee di sisi kiri, dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di sisi kanan. Sebelum sesi resmi dimulai, Prabowo tampak berbincang santai dengan kedua pemimpin tersebut dalam suasana akrab dan penuh kehangatan diplomatik. 

Pertemuan AELM menjadi bagian penting dari rangkaian KTT APEC 2025. Dalam forum tersebut, para pemimpin dunia membahas sejumlah isu strategis. Termasuk stabilitas perdagangan kawasan, ketahanan pangan dan energi, hingga inovasi ekonomi digital. 

Baca juga : Perintahkan Anak Buah Uji Coba Nuklir, Trump Bikin Lawan Meradang

Dalam kesempatan ini, Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Caranya dengan memerangi korupsi dan pebisnis serakah. 

“Kami memerangi korupsi, penipuan dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil,” kata Prabowo, mengawali bahasannya. 

Melalui tata kelola ekonomi yang bersih dan berkeadilan, Prabowo yakin negaranya mampu berbicara banyak di forum internasional. “Pengalaman itu membuat Indonesia berperan sebagai bridge builder (penghubung) antara ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan global,” sambungnya. 

Lebih lanjut, Prabowo menyerukan pentingnya kerja sama lintas negara untuk memerangi penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika. Ketiga penyakit itu adalah ancaman bagi stabilitas dan keadilan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. 

Baca juga : Pratama Persadha: Sebagai ASN Main Judol Karena Stres

“Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan ancaman nyata bagi masa depan perekonomian kita,” cetus mantan Danjen Kopassus itu. 

Kejahatan lintas batas dapat mengikis kepercayaan publik terhadap sistem ekonomi global. Prabowo lantas menyerukan agar APEC perlu memperkuat kolaborasi konkret untuk memperkuat sistem hukum. Tujuannya agar dapat memperketat pengawasan arus keuangan dan memperkuat kapasitas lembaga penegak hukum. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.