BREAKING NEWS
 

Bahlil Lahadalia, Pemimpin Lapangan yang Tak Pernah Mundur

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 3 November 2025 17:50 WIB
Tata kelola energi dan investasi nasional harus dijaga untuk mendukung agenda kedaulatan energi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saya mengenal Bahlil Lahadalia bukan dari sorotan kamera atau ruang kekuasaan, melainkan dari perjalanan panjang dua dekade lalu. Kami sama-sama berjuang di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), lalu tumbuh di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Dari dulu hingga sekarang, karakter Bahlil tidak pernah berubah: pekerja keras, berani mengambil risiko, dan selalu berdiri paling depan ketika bangsa membutuhkan.

Bahlil adalah sosok yang meniti karier dari bawah. Lahir di Banda Neira besar di Fakfak, Papua Barat, Bahlil tumbuh dalam keterbatasan. Ayahnya seorang buruh bangunan, ibunya buruh cuci.

Hidup dari perjuangan membuatnya memilih jalan aktivisme di kampus, menjadi pedagang kecil, lalu membangun usaha di Papua hingga menembus skala nasional.

Dari HIPMI, saya menyaksikan bagaimana Bahlil membentuk gaya kepemimpinan yang tegas, lapangan, dan berorientasi hasil. Bukan pencitraan.

Menjalankan Amanat Presiden dengan Keberanian dan Tanggung Jawab

Dalam dinamika politik dan ekonomi nasional hari ini, di saat banyak pejabat berhitung aman, Bahlil justru tampil di garis depan menjalankan amanat dan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjalankan tugasnya sebagai pembantu Presiden dengan penuh tanggung jawab. Menerjemahkan visi besar Kepala Negara ke dalam langkah konkret di sektor energi, investasi, dan industrialisasi nasional.

Ketika tekanan publik dan politik meningkat, Bahlil tidak memilih diam. Dia tampil menjelaskan, menegaskan arah kebijakan, dan memastikan keputusan pemerintah dijalankan dengan konsisten. Dalam kultur birokrasi yang sering terjebak pada formalitas, sikap seperti ini menjadi langka.

Baca juga : Maxwell Ingatkan Persija Tak Terjebak Euforia

Bahlil memahami betul, menjaga Pertamina bukanlah sekadar menjaga perusahaan, tetapi menjaga jantung energi nasional. Bahlil juga sadar bahwa melaksanakan kebijakan Presiden berarti menjaga arah pembangunan bangsa.

Dan sebagaimana wataknya sejak muda, Bahlil tidak akan mundur walau selangkah, ketika yang dipertaruhkan adalah kepentingan negara.

Diserang Karena Berani, Bukan Karena Gagal

Serangan terhadap Bahlil akhir-akhir ini tidak lahir dari kegagalan, tetapi dari keberanian dan konsistensinya menegakkan tata kelola energi dan investasi nasional.

Bahlil berani mengubah banyak hal yang selama ini nyaman bagi segelintir pihak. Mulai dari reformasi perizinan tambang, penertiban investasi, hingga percepatan hilirisasi industri strategis.

Namun seperti biasa, kerja keras sering kali kalah cepat dari politik persepsi. Dalam dunia yang mudah digiring oleh opini, Bahlil diserang karena memilih bekerja, bukan bersandiwara.

Padahal, bila dilihat dari sisi Key Performance Indicators (KPI), capaian Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil justru terukur dan nyata. Berikut rinciannya:

Adsense

Capaian ini bukan hasil pencitraan, tetapi hasil kerja nyata dan keberanian mengambil keputusan yang berdampak langsung bagi ekonomi rakyat.

Faktor Politik: Golkar dan Tekanan dari Dalam

Kini, Bahlil juga memikul tanggung jawab besar sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Posisi strategis ini menempatkannya di pusat perhatian politik nasional, sekaligus menjadikannya sasaran serangan dari berbagai arah.

Baca juga : Saddil Ramdani Minta Maaf, Akui Emosinya Tak Terkontrol

Di internal partai, muncul dinamika yang wajar dalam proses konsolidasi kepemimpinan. Gaya kepemimpinan Bahlil yang cepat, tegas, dan profesional tidak selalu sejalan dengan pola lama yang lebih kompromistis. Dia membawa semangat eksekusi, bukan sekadar negosiasi.

Sementara dari eksternal, ada pihak-pihak yang merasa terganggu oleh kebijakan reformasi dan hilirisasi yang dia dorong. Maka, tidak mengherankan, jika serangan politik kerap diarahkan untuk menggoyang posisinya. Baik sebagai Menteri ESDM maupun Ketua Umum Golkar.

Namun, sejarah telah membuktikan: Bahlil bukan tipe pemimpin yang gentar oleh tekanan. Bahlil tidak mencari aman, tidak bersembunyi di balik jabatan. Bahlil memilih menanggung risiko, karena dia tahu integritas dan keberanian lebih berharga daripada kompromi politik.

Pemimpin Lapangan, Bukan Pejabat Kantoran

Bahlil bukan pejabat yang hanya pandai berbicara dari balik meja. Bahlil memahami dinamika lapangan. Seperti kesulitan pengusaha kecil mengakses izin, tantangan investor mencari kepastian, hingga lambatnya birokrasi yang menghambat kemajuan.

Kepemimpinannya selalu berangkat dari niat untuk menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah. Di HIPMI dulu, gaya ini membuatnya disegani. Kini, di kabinet, gaya itu menjelma menjadi execution power yang konkret.

Bagi generasi muda, sosok Bahlil memberikan teladan penting: bahwa keberanian politik dan kemampuan eksekusi bisa berjalan beriringan. Kedua hal ini diperlukan untuk membawa bangsa Indonesia melompat lebih tinggi.

Bahlil Lahadalia adalah cermin dari generasi baru pemimpin bangsa. Lahir dari bawah, ditempa perjuangan, dan naik lewat merit, bukan warisan.

Bahlil membawa semangat HMI yang idealis dan semangat HIPMI yang produktif: bekerja keras, mencipta nilai, dan berpihak pada kemandirian ekonomi nasional.

Baca juga : Mendikdasmen: Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang Generasi Muda

Serangan boleh datang dari mana saja, tetapi sejarah akan mencatat bahwa ada seorang anak Fakfak yang berani menanggung risiko untuk melaksanakan amanat Presiden dan menjaga arah pembangunan bangsa.

Dalam dunia politik yang sering diwarnai kepura-puraan, Bahlil Lahadalia berdiri sebagai simbol kerja nyata, keberanian, dan loyalitas. Itulah pemimpin yang sesungguhnya, pemimpin lapangan yang tak pernah mundur.

Dr. Anggawira

Penulis adalah Sekjen Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI)

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense