Dark/Light Mode

Bahlil Maafkan Pembuat Meme: Kritik Boleh, Tapi Jangan Rasis

Jumat, 24 Oktober 2025 18:10 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat diwawancarai tim Rakyat Merdeka di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat diwawancarai tim Rakyat Merdeka di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan telah memaafkan pihak yang membuat ujaran kebencian berupa meme tentang dirinya. Ia juga meminta sayap organisasi Partai Golkar menghentikan proses pelaporan terhadap pembuat meme tersebut.

“Saya pikir kalau ada yang buat meme-meme, sudah lah, saya maafkan. Tidak apa-apa. Mengkritisi kebijakan itu wajar, tapi kalau sudah menyerang pribadi dan mengarah ke rasisme, itu tidak baik,” kata Bahlil di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Menurut Bahlil, langkah hukum terhadap pembuat meme tidak perlu dilanjutkan, apalagi jika yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf.

“Nanti saya akan minta untuk stop (laporan). Apalagi kalau sudah ada yang minta maaf. Allah saja memaafkan umat-Nya yang bertobat, apalagi kita manusia. Tidak boleh kita merasa lebih tinggi dari kodrat ilahi,” ujarnya.

Baca juga : Bamsoet: Tak Ada Lagi Hambatan Politik Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Bahlil mengaku sudah terbiasa menerima kritik dan hinaan sejak kecil. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan kritik selama masih dalam batas wajar dan tidak menyerang ranah pribadi.

Namun, ia menegaskan berbeda halnya jika serangan diarahkan untuk mengintervensi kebijakan negara yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto.

“Seluruh kebijakan di sektor energi dan sumber daya mineral dijalankan sesuai arahan Presiden, termasuk menjaga kedaulatan energi dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” jelasnya.

Bahlil juga menegaskan kinerja Kementerian ESDM berjalan sesuai target APBN. Capaian lifting minyak dan gas melampaui rencana, program hilirisasi terus maju, dan elektrifikasi desa semakin meluas.

Baca juga : Bahlil Tunjukkan Keberpihakan, Penambang Rakyat Kini Bisa Lega

“Semua ini merupakan upaya menerjemahkan amanat konstitusi, terutama Pasal 33 UUD 1945,” tegasnya.

Bahlil mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi, perdebatan kebijakan adalah hal wajar, selama tidak menyerang pribadi atau bernada rasial.

“Karena kulit saya hitam, mungkin tubuh saya tidak terlalu tinggi, apakah itu salah? Bagaimana dengan saudara-saudara kita di Papua, Maluku, Kalimantan, dan NTT? Kita semua bagian dari satu Indonesia yang utuh,” ujarnya.

Ia menyerukan agar masyarakat memperkuat semangat kebinekaan dan menolak segala bentuk rasisme. Keberagaman suku, agama, dan daerah, menurutnya, adalah kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan.

Baca juga : Demi Kursi Perdana Menteri Jepang, Takaichi Rangkul Oposisi

“Saya pernah diajari senior saya ketika menjadi aktivis: kalau kebijakanmu banyak diperbincangkan, berarti ada manfaatnya bagi orang banyak. Kadang memang ada yang risau, tapi mudah-mudahan semua yang kami lakukan demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Menanggapi laporan hukum yang diajukan oleh sayap organisasi Partai Golkar, Bahlil mengaku belum mengetahui langkah tersebut. Ia menegaskan akan meminta Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji untuk memanggil pihak terkait dan menghentikan proses laporan.

“Kalau sudah ada yang minta maaf, ya sudah. Selesai. Tugas kita memberi teladan dan menjaga ruang publik agar tetap sehat,” tutupnya.

Untuk diketahui sebelumnya marak meme yang mengkritik dan menyindir Bahlil di media sosial. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.