BREAKING NEWS
 

Capai Pertumbuhan 8 Persen Di 2029, Kadin Dorong Peningkatan Produktivitas

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 6 November 2025 15:52 WIB
Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Kadin Indonesia Ikhwan Primanda. (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen menjadi fondasi kuat untuk melompat menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional Bayu Priawan Djokosoetono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis peningkatan produktivitas.

"Mulai sekarang kita harus fokus bersinergi meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan 8 persen bisa dicapai secepatnya," kata Bayu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/11/2025).

Menurut Bayu, pada kuartal III 2025, produktivitas output PDB nominal per pekerja Indonesia tercatat rata-rata Rp13,78 juta per bulan.

Baca juga : Mendagri Dorong Pemda Perkuat Keuangan Digital

Sektor pertambangan menjadi yang tertinggi dengan produktivitas 7 kali lipat di atas rata-rata nasional, disusul sektor real estate serta informasi dan komunikasi sekitar 6 kali lipat, dan sektor penyediaan listrik dan gas sekitar 4 kali lipat.

Dari sisi pengeluaran, kata Bayu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 53 persen terhadap PDB, meski tumbuh moderat 4,89 persen pada kuartal III 2025.

Ia berharap, Pemerintah terus menjaga daya beli kelas menengah dan calon kelas menengah yang menyumbang lebih dari 80 persen konsumsi nasional.

Adsense

Bayu mengapresiasi paket stimulus ekonomi 8+4+5 yang mulai berjalan sejak Oktober.

Baca juga : Jakarta Juara Umum PON Bela Diri 2025, DKI Komit Dongkrak Prestasi

"Program magang fresh graduate dengan 156 ribu pendaftar sangat baik, namun perlu dilengkapi dengan stimulus pariwisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Sementara itu Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Kadin Indonesia Ikhwan Primanda menilai, Indonesia harus mendorong investasi yang membawa teknologi tepat guna serta memastikan adanya alih teknologi kepada pelaku lokal.

"Investasi yang membawa teknologi efektif akan membantu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor ekonomi," ujarnya.

Menurut Primanda, sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi 19,15 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,54 persen (yoy) pada kuartal III 2025.

Baca juga : Minta Maaf Pemusnahan Mahkota Cenderawasih, Kemenhut: Bagian Penegakan Hukum

"Transformasi industri nasional harus dilanjutkan dengan mendorong munculnya industri bahan baku, bahan antara, dan industri hilir yang bisa menyerap banyak tenaga kerja," katanya.

Selain itu, kata Primanda, Indonesia perlu memperkuat daya saing ekspor industri bernilai tambah seperti mesin, kendaraan, dan peralatan listrik. Karena, dari sisi ekspor, pertumbuhan tertinggi tercatat sebesar 9,91 persen pada kuartal III 2025.

"Komoditas utama ekspor meliputi lemak dan minyak nabati yang tumbuh 50 persen, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, perhiasan yang melonjak 82 persen, serta kendaraan dan komponennya yang tumbuh 8 persen," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense