BREAKING NEWS
 

Bedah Buku Komunikasi Krisis Digital, AQUA Ajak Gen Z Lawan Misinformasi

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 7 November 2025 11:24 WIB
Foto: AQUA.

RM.id  Rakyat Merdeka - Brand air minum dalam kemasan, AQUA, hadir dalam acara Studium Generale bertajuk Bedah Buku Komunikasi Krisis Digital di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia (UI), Kamis (6/11/2025). 

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber lintas bidang komunikasi. Keempatnya yakni, Arif Mujahidin (Corporate Communications Director Danone Indonesia), Rulli Nasrullah (penulis dan pakar komunikasi digital), Diah Widyawati (Tenaga Ahli KPU RI dan penulis), serta Jojo Suharjo, CEO Makaravox, yang juga bertindak sebagai moderator.

Diskusi diawali dengan bedah buku Komunikasi Krisis Digital oleh para penulisnya, yang membahas bagaimana lanskap media berubah cepat dan menuntut kecepatan sekaligus ketepatan dalam mengelola informasi publik.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan dari Arif Mujahidin, yang membagikan pengalaman praktis mengelola reputasi dan komunikasi korporasi di tengah derasnya arus isu digital. Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan.

Mayoritas peserta berasal dari kalangan Generasi Z yang dikenal aktif di media sosial dan menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan misinformasi.

Baca juga : Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring!, Dorong Digitalisasi Layanan Keuangan

Karena itu, Arif mengajak mahasiswa UI untuk selalu melakukan validasi terhadap informasi yang beredar di era digital saat ini.

Dalam sesi diskusi, Arif Mujahidin menekankan pentingnya literasi informasi dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi arus informasi di dunia maya yang kerap dipenuhi noise (kebisingan) hingga menutupi voice (informasi sejati).

Ia menjelaskan bagaimana tim komunikasi Danone Indonesia, termasuk AQUA, menjaga kepercayaan publik melalui pendekatan edukatif dan transparan.

“Kami memilih jalur edukasi dan keterbukaan. Kami menjelaskan isu-isu baik secara langsung maupun tidak langsung kepada pemangku kepentingan dan publik melalui media, kanal digital, serta forum-forum akademik seperti ini. Kami juga mengajak pemangku kepentingan berkunjung ke pabrik untuk melihat sumber air dan upaya konservasi yang dilakukan AQUA,” ujar Arif.

Adsense

Arif juga meluruskan sejumlah kesalahpahaman publik terkait sumber air AQUA. Menurutnya, air yang digunakan AQUA berasal dari sistem hidrogeologi pegunungan, bukan air tanah biasa.

Baca juga : PTPN I Perkuat Strategi Komunikasi Korporat Di Era Digital Dan AI

“Sumber air AQUA terbukti berasal dari sistem air pegunungan melalui hasil penelitian hidro isotop, yang menunjukkan kesamaan ‘DNA’ airnya dengan air hujan yang tersimpan di akuifer pegunungan tempat pabrik kami berada. Jadi, pengeboran hanyalah cara untuk mengakses air dari sistem pegunungan, bukan mengambil air tanah secara sembarangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arif menambahkan bahwa untuk menjaga kelestarian sumber air, AQUA menjalankan konservasi terintegrasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Upaya ini meliputi penanaman pohon dan pembuatan sumur resapan di hulu, penerapan pertanian regeneratif di tengah DAS, hingga program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH), inisiatif penyediaan akses air bersih dan sanitasi berbasis partisipasi masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan seputar strategi komunikasi dan pengelolaan krisis di era digital. Seorang mahasiswa Vokasi UI mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mendengar penjelasan Arif.

“Penjelasan Pak Arif menjawab kesalahpahaman saya tentang sumber air AQUA. Saya juga jadi tahu bagaimana mereka menjaga kelestarian lingkungan lewat program konservasi. Menarik sekali melihat sisi komunikasi dari dunia industri,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Luncurkan Aplikasi Mobile Layanan Informasi Publik

Moderator acara, Jojo Suharjo, menilai diskusi ini menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik nyata di lapangan.

“Mahasiswa bisa melihat bagaimana teori krisis komunikasi diterapkan dalam industri. Praktik yang dilakukan AQUA dapat menjadi contoh konkret dalam mengelola reputasi di tengah gempuran informasi digital,” kata Jojo.

Sementara itu, Kaprodi Humas Vokasi UI, Mareta Maulidiyanti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut.

“Kehadiran praktisi seperti Pak Arif memperkaya wawasan mahasiswa. Kami ingin melahirkan generasi komunikator muda yang kritis, adaptif, dan tidak mudah terpengaruh misinformasi,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense