Dark/Light Mode

Sikapi Situasi Terkini, Rais Aam PBNU Ajak Semua Pihak Ciptakan Rasa Damai

Sabtu, 30 Agustus 2025 16:07 WIB
Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar (Foto: Dok. PBNU)
Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar (Foto: Dok. PBNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Miftachul Akhyar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, salah seorang driver ojek online (ojol), yang terlindas kendaraan taktis (rantis) dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis malam (27/8/2025). Sebagai pimpinan tertinggi di PBNU, Rais Aam menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.

“Kami, keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” kata Kiai Miftachul Akhyar.

Menurut Rais Aam kemudian berbicara mengenai aksi besar yang terjadi dalam sepekan terakhir. Dia menyatakan, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara yang harus dihormati oleh siapa pun. Dia pun meminta semua pihak, terutama aparat dan petugas di lapangan, senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Sinergi Semua Pihak Dorong Kemajuan Riset Dan Inovasi

“Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Rais Aam juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta aksi, untuk tidak bertindak anarkis dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Tragedi ini harus dijadikan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Rais Aam menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus menjadi pedoman bersama: menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan nasional dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan, dan tanpa provokasi.

Baca juga : Rumor Munaslub Golkar Bukan Berasal Dari Istana

“Perbedaan pendapat harus disalurkan dengan cara yang damai dan bermartabat. Jangan sampai aksi menyuarakan aspirasi justru melahirkan korban jiwa dan merugikan bangsa dan negara,” kata Rais Aam.

Kiai Miftachul Akhyar juga meminta seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan untuk ikut menenangkan situasi, tidak terprovokasi, dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bersifat anarkis.

“Mari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban. PBNU mengajak seluruh warga NU untuk menjadi peneduh di tengah masyarakat,” kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.