RM.id Rakyat Merdeka - Budaya kerja lincah atau Agile kini jadi kunci adaptasi bisnis di era serba cepat. PT Bank Danamon Indonesia Tbk mendorong penerapan cara kerja ini agar perusahaan lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk bersama Agile Indonesia menegaskan pentingnya transformasi cara kerja Agile di berbagai sektor industri. Pendekatan ini dinilai mampu membuat perusahaan lebih fleksibel dan berorientasi pada nilai pelanggan.
Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk Daisuke Ejima mengatakan penerapan Agile Ways of Working (Agile WoW) telah menjadi bagian dari strategi bisnis perbankan modern yang berfokus pada kecepatan dan inovasi.
“Kami percaya Agile WoW meningkatkan efisiensi dan kemampuan bisnis menanggapi kebutuhan nasabah serta dinamika pasar,” ujar Daisuke Ejima dalam keterangan pers, Sabtu (8/11/2025).
Baca juga : Wamen Fajar Dorong Revitalisasi UKS untuk Wujudkan Pendidikan Holistik
Ia menjelaskan, metode Agile telah diterapkan Danamon dalam pengembangan solusi digital seperti aplikasi mobile banking D-Bank PRO. Pendekatan ini memungkinkan setiap tahap pengembangan layanan dilakukan dengan uji cepat, perbaikan berkelanjutan, dan fokus pada pengalaman pengguna.
“Pendekatan ini membantu kami memahami nasabah secara lebih mendalam dan meningkatkan kualitas layanan digital,” kata Daisuke.
Konsep Agile WoW menekankan pola pikir pertumbuhan atau growth mindset, di mana setiap tim di perusahaan bekerja secara kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan. Sistem kerja ini tidak hanya relevan bagi perusahaan teknologi, tetapi juga bagi sektor lain seperti keuangan, manufaktur, dan jasa.
Dalam penerapannya, Agile WoW berfokus pada proses iteratif, yaitu kerja dalam siklus pendek untuk mendapatkan umpan balik cepat dan melakukan penyempurnaan terus-menerus. Cara kerja ini dinilai lebih efektif dibanding sistem konvensional yang kaku dan hierarkis.
Baca juga : FIA Dorong Kebijakan Pengurangan Gula Lewat Ilmu dan Inovasi
“Dengan prinsip customer-centricity, setiap langkah bisnis diarahkan pada kebutuhan pengguna dan perbaikan berkelanjutan,” jelas Daisuke.
Dalam upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap konsep tersebut, Danamon dan Agile Indonesia menyelenggarakan Indonesia Agile Conference 2025 pada Kamis (6/11/2025). Acara ini menghadirkan Jeff Sutherland, pencetus metode Agile dan Scrum yang kini digunakan secara global dalam transformasi organisasi modern.
Selain Jeff Sutherland, forum tersebut juga menghadirkan pembicara dari berbagai sektor industri yang telah berhasil menerapkan Agile di perusahaannya. Kegiatan meliputi diskusi panel, lokakarya, serta sesi unconference atau diskusi kolaboratif yang dipimpin peserta.
“Kami berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia menjadikan Agile bagian dari budaya kerja inovatif,” tutur Daisuke.
Baca juga : Fraksi PDIP Dukung SNI Wajib Untuk Kain Dan Pakaian Jadi
Pendekatan Agile kini semakin diminati karena terbukti membantu bisnis bertahan di tengah perubahan pasar yang cepat. Perusahaan dengan sistem kerja Agile mampu menyesuaikan strategi lebih cepat, mempercepat pengambilan keputusan, dan menumbuhkan kepuasan pelanggan.
Danamon sendiri menilai penerapan Agile sejalan dengan visinya, “Kita Peduli dan Membantu Jutaan Orang untuk Mencapai Kesejahteraan.” Dengan dukungan lebih dari 24 ribu karyawan dan jaringan 884 cabang di seluruh Indonesia, Danamon berkomitmen memperkuat budaya kerja modern yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kami ingin menjadi contoh bahwa transformasi kerja Agile dapat mendorong efisiensi, inovasi, dan pelayanan yang lebih baik,” tutup Daisuke.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.