Dark/Light Mode

Pertamina Dukung Swasembada Energi Untuk Ketahanan Nasional

Rabu, 22 Oktober 2025 10:49 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan dan swasembada energi nasional. Sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah, Pertamina melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pasokan minyak dan gas (migas) sebagai fondasi kemandirian energi Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan, Pertamina tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agent of development yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pembangunan nasional.

“Pertamina memiliki tugas untuk memastikan ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi. Kami tidak hanya mengejar profitabilitas bagi pemegang saham, tetapi juga mendukung pembangunan nasional,” ujar Simon dalam acara Peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Baca juga : BBM Campur Etanol E10 Persen Dorong Transisi Energi Dan Kesejahteraan Petani

Simon menjelaskan, pada sektor hulu migas, Pertamina terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi. Upaya tersebut mencakup pemanfaatan teknologi terkini, intervensi terhadap sumur eksplorasi, dan optimalisasi lapangan migas eksisting.

Pertamina bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menargetkan produksi minyak mencapai 1 juta barel per hari pada 2029. Dari sekitar 120 cekungan migas di Indonesia, baru 65 cekungan yang telah dieksplorasi dan 20 di antaranya telah berproduksi.

“Potensi migas Indonesia masih sangat besar. Sebagian besar sumber daya berada di kawasan timur Indonesia dan di wilayah laut dalam. Untuk itu dibutuhkan investasi, teknologi, dan kemitraan dengan perusahaan migas global,” ujar Simon.

Baca juga : Biskuit Kokola Kenalkan Camilan Lezat dan Bergizi untuk Keluarga Indonesia

Untuk mencapai ketahanan energi, Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda (Dual Growth Strategy). Strategi ini dilakukan dengan memaksimalkan bisnis migas eksisting sekaligus mengembangkan energi hijau sebagai bagian dari transisi menuju energi masa depan.

Selain berorientasi pada kinerja bisnis, Pertamina juga berkontribusi signifikan terhadap pendapatan negara. Hingga Juni 2025, total kontribusi Pertamina kepada keuangan negara mencapai Rp225 triliun, terdiri atas pajak, dividen, dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

“Pertamina adalah instrumen strategis untuk pembangunan nasional,” tegas Simon.

Baca juga : Dukung Swasembada Pangan, Brantas Abipraya Bangun Bendungan Mbay

Pertamina berkomitmen menjadi pemimpin dalam transisi energi dengan mendukung target net zero emission pada 2060. Perusahaan terus mengembangkan program berkelanjutan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

“Pertamina akan terus melakukan perbaikan dan inisiatif berkelanjutan untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi,” tutup Simon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.