BREAKING NEWS
 

Perkuat Rantai Pasok Lokal

Pemerintah Didorong Guyur Dana SAL Ke Bank Daerah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 9 November 2025 06:30 WIB
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu. (Foto: Instagram/febriokacaribu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah didorong menyalurkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tidak hanya ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tetapi juga ke Bank Pembangunan Daerah (BPD). Langkah ini akan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Serapan dana SAL di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sudah tergolong tinggi, yakni mencapai 84 persen atau Rp 167,6 triliun per 22 Oktober 2025. 

Menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dua bank Himbara sudah mencapai penyaluran 100 persen. 

Baca juga : Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diproyeksi Tercapai

“BRI dan Mandiri sudah menyalurkan 100 persen, bahkan minta tambahan. Tapi BNI dan BTN masih di bawah itu,” sebut Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu dalam acara Investortrust Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025). 

Febrio merinci, penyaluran kredit Mandiri dan BRI yang telah tersalurkan sebanyak Rp 55 triliun atau 100 persen. Sementara BNI sebesar Rp 37,4 triliun (68 persen), BTN sebanyak Rp 10,3 triliun (41 persen) dan BSI sebesar Rp 9,9 triliun (99 persen). 

Febrio mengatakan, Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap tingkat serapan dana di masing-masing bank. 

Baca juga : Kesimpulan KPK, 51 Persen Kasus Korupsi Berasal Dari Daerah

“Kami juga memastikan, tidak ada konsekuensi apapun apabila bank-bank itu belum menyalurkan hingga 100 persen,” ujarnya. 

Sebab, kata Febrio, dana tersebut bukanlah kontrak pinjaman. Namun karena bunganya murah, bank akan terdorong menyalurkannya agar dana tersebut produktif. 

Terkait adanya permintaan tambahan, sambungnya, Kemenkeu akan terus mengevaluasi dan melihat kondisi kas Pemerintah. 

Baca juga : Manchester City Vs Liverpool, Duel Mantan Juara

Ditegaskan Febrio, penempatan dana Rp 200 triliun ke bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI masing-masing meraih Rp 55 triliun, BTN mendapatkan Rp 25 triliun, dan BSI Rp 10 triliun itu, berperan dalam menurunkan biaya dana (cost of fund) milik perbankan. 

Sebab sebelumnya, lebih dari 30 persen sumber dana bank berasal dari deposito berbunga tinggi atau special rate, yang membuat biaya dana melonjak. 

Adsense

Dengan adanya penempatan dana Pemerintah yang berbunga rendah, yakni sekitar 3,8 persen, maka tekanan tersebut berkurang. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense