BREAKING NEWS
 

Perkuat Rantai Pasok Lokal

Pemerintah Didorong Guyur Dana SAL Ke Bank Daerah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 9 November 2025 06:30 WIB
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu. (Foto: Instagram/febriokacaribu)

 Sebelumnya 
Menyoal ini, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyambut baik upaya maksimal yang dilakukan Himbara dalam menyalurkan dana SAL pada sektor produktif. 

Namun dia berharap, penyaluran tersebut juga dilakukan pada penempatan dana di BPD, karena berpotensi memperkuat rantai pasok daerah. 

“Karena jalur pembiayaannya lebih dekat dengan pelaku ekonomi lokal. Seperti UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), koperasi, pengelola sampah, hingga pemasok bahan baku daur ulang,” ujar Josua kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diproyeksi Tercapai

Selain itu, sambung Josua, dampak ke ekonomi daerah akan lebih terasa karena kreditnya menempel pada ekosistem lokal. Tetapi, tegasnya, agar tidak sekadar memindahkan tumpukan likuiditas, kebijakan ini harus punya pagar yang jelas, yaitu target sektor, skema berbagi risiko, tenggat penyaluran, dan indikator kinerja. 

Sebelumnya, dua BPD yang berpotensi menampung sisa dana tak terserap di Himbara, yakni Bank DKI dan Bank Jatim. 

“Kedua bank memiliki basis ekonomi kuat dan permintaan kredit yang tinggi. Terutama di sektor manufaktur, perdagangan, logistik, dan jasa,” katanya. 

Baca juga : Kesimpulan KPK, 51 Persen Kasus Korupsi Berasal Dari Daerah

Namun Josua menekankan, perlunya dukungan tambahan berupa kemudahan program, pipeline kredit yang sudah siap, serta skema co-lending dengan bank besar agar penyalurannya lebih efektif. 

Penyaluran Agresif 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi melaporkan, telah menuntaskan serapan dana SAL tersebut. Di mana penyalurannya lewat kredit yang akan mendorong pertumbuhan di sektor produktif. 

"Sektor tersebut di antaranya, mikro sebesar Rp 28,08 triliun, kemudian korporasi mencapai Rp 11,07 triliun, komersial sebesar Rp 10,13 triliun, dan terakhir konsumer juga kita dorong sebesar Rp 6,58 triliun," rinci Hery dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal III-2025 secara virtual, Kamis (30/10/2025). Secara total, BRI per September 2025 mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 1.438,1 triliun. 

Baca juga : Manchester City Vs Liverpool, Duel Mantan Juara

Sementara, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, dana tersebut difokuskan untuk mendukung industri padat karya berorientasi ekspor dan sektor UMKM. 

"Bank Mandiri dapat menyerap seluruh dana Pemerintah secara optimal hingga akhir tahun ini, dengan prioritas pada sektor-sektor yang menopang ekonomi keluarga di berbagai wilayah Indonesia," kata Novita dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense