RM.id Rakyat Merdeka - PT Geo Dipa Energi (Persero) menggelar talkshow inspiratif bertajuk The Momentum of Transformation: When Stories Become Direction, di The Westin Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meneguhkan arah transformasi berkelanjutan melalui pembelajaran inpiratif dari para pemimpin dan pelaku perubahan di internal GeoDipa.
Plt. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum GeoDipa, Hanif Osman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses upskilling dan pembelajaran bersama untuk mengisi kembali energi positif dan memperkuat komitmen terhadap perubahan.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi kesempatan untuk recharge diri kita. Harapan saya, jangan hanya datang dan duduk diam, mari kita bawa pulang energi baru. Kita harus terus tumbuh dan mengejar berbagai ketinggalan yang ada,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Senior Executive Vice President (SEVP) Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Steven A. Yudiyantho, yang menjadi narasumber talkshow tersebut, mengungkapkan bahwa kendala umum yang sering dihadapi organisasi dalam perjalanan digitalisasi, seperti kecenderungan over-customization sistem serta lemahnya penerapan change management di tahap awal perubahan.
Baca juga : Norwegia Apresiasi Menhut: Indonesia Pimpin Transformasi Pengelolaan Hutan Adat
Menurutnya, banyak perusahaan yang terjebak pada upaya menyesuaikan sistem baru dengan pola lama, tanpa menyentuh akar persoalan yaitu transformasi mindset.
“Pengalaman saya menunjukkan bahwa tantangan utama transformasi digital bukan pada sistem, tetapi pada manusia di baliknya. Change management seharusnya dibangun lebih dulu, mindset dan budaya kerja harus siap sebelum sistemnya dibangun,” ungkap Steven.
Ia juga menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam memastikan setiap pemimpin di organisasi memiliki kemampuan berpikir berbasis data dan digital literacy yang kuat.
Lebih lanjut Steven menjelaskan bahwa seorang leader harus bisa memastikan setiap keputusan didorong oleh data yang valid dan bukan berdasarkan asumsi.
Namun, perlu dipastikan bahwa setiap orang harus memahami bagaimana membaca dan mengelola data dengan benar.
Baca juga : Lantik ARDIN Jabar, Bamsoet Dorong Transformasi Sistem Distribusi Nasional
Steven menegaskan bahwa transformasi tidak akan berhasil tanpa dukungan dan pemahaman di semua tingkatan organisasi.
Setiap level memiliki kebutuhan dan urgensinya sendiri, sehingga pendekatan perubahan harus bersifat inklusif dan adaptif.
Ia juga memperkenalkan konsep ambidextrous leadership yaitu kepemimpinan yang mampu menyeimbangkan antara eksploitasi potensi yang ada dan eksplorasi peluang masa depan.
“Pemimpin transformasional harus bisa menyeimbangkan antara stabilitas dan inovasi. Mereka harus berani mengeksplorasi hal baru tanpa meninggalkan kekuatan yang sudah dimiliki,” pungkasnya.
Steven juga menuturkan bahwa esensi dari transformasi yang berkelanjutan terletak pada cara berpikir seluruh insan organisasi.
Baca juga : Pertamina Perkuat Transformasi SDM Menuju Era Human Capital 5.0
“Menurut saya, satu hal yang paling penting adalah mindset. Mindset seperti apa? Pertama, data-driven; kedua, growth mindset; dan ketiga, customer focus. Jika seluruh orang dalam organisasi memegang tiga hal ini, maka pengembangan digital perusahaan akan menjadi lebih terukur,” ujar Steven.
Dengan demikian, keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada teknologi atau sistem, tetapi juga pada kematangan pola pikir dan budaya kerja yang berorientasi pada pembelajaran dan nilai pelanggan.
Melalui semangat kolaborasi dan komitmen terhadap perubahan, GeoDipa memperkuat langkahnya dalam mewujudkan transformasi organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.