RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan Selasa (11/11/2025). Berdasarkan data pasar, rupiah naik 0,22 persen ke posisi Rp 16.654 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.680 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS. Dolar Singapura tercatat turun 0,04 persen, baht Thailand minus 0,04 persen, yen Jepang melemah 0,10 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,24 persen.
Baca juga : Dolar Melemah, Rupiah Awal Pekan Sentuh Rp 16.674 Per Dolar AS
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia menguat tipis 0,05 persen ke level 99,55. Adapun rupiah juga tercatat menguat terhadap beberapa mata uang lainnya, yakni 0,29 persen terhadap poundsterling Inggris ke posisi Rp 21.982 dan 0,28 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 10.903.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai, penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya sentimen risk on di pasar global, seiring harapan akan berakhirnya potensi shutdown pemerintahan Amerika Serikat. “Investor juga masih menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia sebagai petunjuk arah pasar selanjutnya,” ujar Lukman di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Baca juga : Jumat Pagi, Rupiah Tertekan Ke Rp 16.713 Per Dolar AS
Lukman memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.600 hingga Rp 16.700 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.