BREAKING NEWS
 

Catatan Riad Oscha

Bangkitkan Ekonomi dan Konektivitas Melalui Angkutan Berbasis Rel

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 11 November 2025 13:53 WIB
Riad Oscha (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinamika pembangunan ekonomi Indonesia selalu diiringi perubahan yang signifikan. Salah satu perubahannya adalah pergeseran indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif. Secara riil, pada kuartal III-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen—lebih tinggi dibanding Singapura dan China.

Deputi Bidang Neraca dan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh Edy Mahmud, mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 6.000 triliun pada kuartal III-2025. Artinya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh moderasi investasi dan belanja pemerintah, sementara konsumsi rumah tangga serta kinerja ekspor tetap menjadi penopang utama. Capaian ini melampaui ekspektasi pasar. Bloomberg bahkan mencatat konsensus pasar hanya memperkirakan pertumbuhan 5 persen (yoy).

Jika dibandingkan dengan sejumlah negara Asia Tenggara, capaian Indonesia tergolong unggul. Pada periode yang sama, ekonomi Singapura hanya tumbuh 2,9 persen (yoy), melambat dari 4,5 persen di kuartal sebelumnya. Ekonomi China pun tercatat tumbuh 4,8 persen (yoy). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat tumbuh hingga 6 persen, dan target 8 persen bukan mustahil tercapai pada 2028

Peran Strategis Angkutan Rel

PT Celebes Railway Indonesia (CRI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan serta pengoperasian dan perawatan jalur kereta api Makassar–Parepare. Proyek ini dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara Kementerian Perhubungan dengan PT CRI.

Baca juga : Soeharto dan Fakta Legasi yang Tak Terbantahkan

Langkah ini merupakan terobosan strategis dalam pengembangan infrastruktur transportasi nasional. Peran penting PT CRI terletak pada fungsinya sebagai motor penggerak konektivitas antarwilayah—yang memiliki dua dampak substansial bagi pertumbuhan ekonomi. Pertama, memperkuat hubungan perdagangan dan pertukaran barang-jasa antardaerah. Kedua, membuka lintas batas ekonomi baru yang mempercepat peningkatan perekonomian daerah.

Sulawesi Selatan, dengan lima kabupaten/kota yang terhubung jalur kereta ini, akan bangkit melalui distribusi komoditas yang lebih efisien. Tak hanya itu, potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun terbuka lebar.

PT CRI menjadi representasi nyata dari transformasi ekonomi berbasis ekstraktif menuju ekonomi berbasis infrastruktur dan konektivitas. Pengembangan ini tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, melainkan telah berkembang ke luar Jawa, dan ke depan direncanakan menjangkau provinsi lain di kawasan timur Indonesia.

Adsense

Sebagai operator prasarana kereta api di Sulawesi Selatan, PT CRI bertanggung jawab atas perawatan dan pengoperasian rel kereta di wilayah tersebut. Komitmen ini menunjukkan peran vital perusahaan dalam mendukung pemerataan ekonomi daerah sekaligus memperkuat integrasi nasional.

Reorientasi Pembangunan

Reorientasi pembangunan ekonomi harus berfokus pada basis, arah, dan tujuan yang jelas. Basis pembangunan kini bergeser dari eksploitasi sumber daya alam (ekstraktif) menuju penguatan infrastruktur transportasi. Tujuan strategisnya adalah menjalin keterhubungan dan keberagaman sejati dalam bingkai persatuan nasional.

Baca juga : Linknet Dorong Perluasan Konektivitas Nasional Berbasis Kolaborasi

Pembangunan yang kompleks harus diurai secara komprehensif dan berkelanjutan agar berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, setiap langkah pembangunan menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa.

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan tersebut harus dikelola oleh bangsa sendiri untuk kepentingan rakyat. PT CRI menjadi contoh konkret bagaimana pembangunan dapat berjalan sejalan dengan amanat UUD 1945—yakni memajukan kesejahteraan umum.

Langkah Strategis dan Harapan ke Depan

Dalam merespons perkembangan teknologi modern, kehadiran PT CRI sangat relevan dan dibutuhkan. Pemerintah kini tengah mempersiapkan pembangunan jaringan rel kereta lintas provinsi di kawasan Sulawesi sepanjang sekitar 3.000 kilometer. Proyek ini meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan pendapatan asli provinsi. Dengan transportasi yang lebih efisien, pertukaran barang dan jasa akan berjalan lebih lancar, serta komoditas lokal dapat bergerak simultan menuju pasar nasional maupun ekspor.

Upaya ini merupakan wujud nyata dari pembangunan ekonomi modern berbasis kesejahteraan rakyat. Pemerintah pusat memberikan perhatian besar terhadap proyek ini karena dinilai sebagai blessing in disguise—sebuah berkah tersembunyi yang membuka peluang baru bagi kemajuan teknologi dan kemandirian ekonomi bangsa.

Baca juga : Purbaya Pede Kita Mampu Hadapi Guncangan Global

Demikianlah, implikasi strategis dari reorientasi pembangunan ekonomi melalui peran PT Celebes Railway Indonesia yang tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga menjalin persatuan dan pemerataan pembangunan di Tanah Air.

Riad Oscha
Pengamat Sosial-Ekonomi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense