Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wajah Lain Farid Azhar Nasution: Tenis, Sepeda, dan Stabilitas Keuangan
Rabu, 15 Oktober 2025 15:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di balik jabatan strategisnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi lain yang jarang tersorot publik.
Di sela-sela kesibukan merancang kebijakan sektor keuangan, ia tetap meluangkan waktu untuk dua hobinya: tenis dan bersepeda di jalur-jalur menantang.
Tenis dan Sepeda, Olahraga yang Menempa Mental
Bagi Farid, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari filosofi hidup. Tenis dan bersepeda telah menjadi rutinitas yang membentuk karakter — disiplin, fokus, dan daya tahan.
Dalam sejumlah foto di media sosial, ia tampak mengenakan perlengkapan tenis di lapangan terbuka atau mengayuh sepeda di jalur berlumpur di tengah rimbunnya vegetasi tropis.
Baca juga : Baksos Warga Peduli Warga 98 Resolution Network Sambil Sosialisasi Kerja Prabowo
“Di lapangan tenis, kita belajar membaca arah angin, mengatur ritme, dan tetap tenang di bawah tekanan. Sama seperti di ruang rapat,” ujarnya dalam sebuah kesempatan santai.
Bagi Farid, olahraga adalah cerminan cara ia menghadapi tantangan: dengan strategi, ketenangan, dan ketekunan.
Arsitek Keuangan dengan Rekam Jejak Solid
Karier Farid di dunia keuangan terentang luas — baik di pemerintahan maupun sektor swasta. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jiwasraya (2020–2021), kemudian melanjutkan kiprahnya di IFG Life (2021–2022).
Namanya juga tercatat sebagai salah satu anggota tim perumus solusi restrukturisasi polis Jiwasraya — pengalaman penting saat LPS mulai mengemban mandat baru: penjaminan polis asuransi.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Peran Penyandang Disabilitas Dalam Proses Pembangunan
Sebelum menjabat Wakil Ketua DK LPS, Farid juga pernah menjadi Anggota Badan Supervisi LPS. Ia memahami industri jasa keuangan dari dua sisi — regulator dan pelaku — menjadikannya figur yang mampu menjembatani kebijakan dengan kondisi pasar, serta merancang solusi yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga relevan di lapangan.
Menatap Tantangan LPS ke Depan
Kini, tantangan besar menanti. Implementasi penjaminan polis asuransi bukan hanya perluasan mandat, melainkan kepercayaan publik yang wajib dijalankan sebaik-baiknya, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) 2023.
Tantangan tersebut membutuhkan fondasi regulasi yang kokoh, penguatan kapasitas SDM dan organisasi, serta komunikasi publik yang transparan.
Dengan segudang pengalaman, Farid berada di posisi strategis untuk menjembatani transisi besar ini. Ia memahami kompleksitas industri asuransi dari dalam, sekaligus memiliki pandangan kebijakan yang luas.
Baca juga : Risiko Tersembunyi di Persimpangan Jalan
Di tengah dinamika pasar dan ekspektasi masyarakat, Farid diharapkan mampu memastikan bahwa penjaminan polis tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.
Dengan semangat yang sama seperti saat menaklukkan jalur sepeda dan lapangan tenis, Farid kini melangkah ke medan kebijakan. Ia tahu, ketahanan, strategi, dan ketenangan adalah kunci — baik di lapangan maupun di ruang rapat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya