Sebelumnya
Tercatat, data terakhir yang dilaporkan per 22 Oktober 2025, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sudah berhasil menyalurkan 100 persen dari Rp 55 triliun.
Lalu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berhasil menyalurkan sebesar Rp 37,4 triliun atau 68 persen dari jatah Rp 55 triliun, dan BSI telah menyalurkan 100 persen dari jatah dana sebesar Rp 10 triliun.
Pengamat perbankan sekaligus Advisor Banking & Finance Development Center (BFDC) Moch Amin Nurdin mengapresiasi Himbara yang telah memiliki strategi untuk menyerap dana SAL tersebut.
Baca juga : Bidik Pertumbuhan 6-8 Persen, Pemerintah Matangkan Jurus Sumitronomics
“Salah satu strategi bagi BTN, adalah dengan menyalurkan kredit ke nasabah-nasabah existing di sektor perumahan atau KPR,” kata Amin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Hal tersebut, sambung Amin, tentu dengan pertimbangan jika diberikan ke debitur baru, maka akan memiliki potensi risiko kredit yang cukup tinggi.
Dirinya mendukung kebijakan tersebut, dimanfaatkan BTN seperti peningkatan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), penyesuaian batas penghasilan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dan insentif perpajakan.
Baca juga : Jangan Sampai Jakarta Darurat Senpi Rakitan
“Sangat menentukan efektivitas penyaluran dana SAL oleh BTN. Kebijakan ini membantu meningkatkan permintaan KPR subsidi dan mendorong pertumbuhan kredit BTN di sektor perumahan,” ujarnya.
Amin berharap, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuat kebijakan serupa di tahun depan.
“Sehingga perbankan bisa menyesuaikan dengan rencana bisnis 2026, dan kredit yang disalurkan pun bisa tepat sasaran,” pungkas Amin. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.