Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bidik Pertumbuhan 6-8 Persen, Pemerintah Matangkan Jurus Sumitronomics
Rabu, 12 November 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mematangkan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional yang diberi nama Sumitronomics. Pendekatan baru ini didasarkan pada tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan dan stabilitas nasional yang dinamis.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/11/2025).
Menurut Purbaya, dengan implementasi strategi yang tepat, Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6 persen hingga 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.
“Hal itu seiring dengan upaya Pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks,” kata Purbaya dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (11/11/2025).
Baca juga : Jangan Sampai Jakarta Darurat Senpi Rakitan
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menjelaskan, percepatan ekonomi hanya bisa dicapai bila tiga mesin utama pembangunan bekerja seimbang.
Ketiga mesin tersebut adalah kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan aktivitas sektor swasta. Kolaborasi ketiganya akan menentukan kecepatan dan ketahanan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Menurutnya, menjaga permintaan domestik juga menjadi kunci agar ekonomi nasional tetap tangguh di tengah perlambatan global.
Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai 80-90 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), Purbaya menilai, sektor ini menjadi penggerak utama yang tidak boleh melemah.
Baca juga : Kasus Kuota Haji, KPK Periksa 350 Travel
“Meski kondisi global gonjang-ganjing, tapi permintaan domestik yang 80 persen hingga 90 persen masih terjaga, cukup untuk menopang pertumbuhan dalam negeri,” ucapnya.
Selain fokus pada strategi makro, Purbaya juga menekankan peran penting generasi muda dalam menggerakkan ekonomi masa depan.
Dia mengajak mahasiswa terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Karena daya saing ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia.
Purbaya menegaskan, pembangunan ekonomi nasional harus berpijak pada keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga : Antonio Conte Kena Sindrom Musim Kedua
“Sumitronomics diharapkan menjadi arah baru pem bangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan. Namun juga pada kualitas dan keberlanjutan kesejahteraan nasional,” harapnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya