RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyambut positif penyusunan Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura yang digagas Komunitas Muda Madura (KAMURA). Pemprov menilai langkah ini sebagai inisiatif luar biasa dan strategis bagi perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan, saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura”, di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/11/2025). Iwan berharap, KEK Tembakau Madura, yang merupakan aspirasi para petani tembakau, dapat segera terwujud.
“Mudah-mudahan dengan gagasan yang luar biasa ini, melalui naskah akademik yang sudah ada, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau bisa segera terealisasi,” ujar Iwan.
Menurutnya, pengembangan sentra industri hasil tembakau di Madura merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur industri daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selain memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal, pengembangan KEK ini juga berpotensi menarik para pelaku usaha dan mendorong tumbuhnya berbagai sektor pendukung,” jelasnya.
Baca juga : Indra Sjafri Sambut Positif FIFA Match Day Timnas U-23
Iwan menegaskan, Pemprov Jawa Timur mendukung penuh dan siap mengawal penyusunan naskah akademik tersebut hingga tahap realisasi.
“Dari Pemprov Jawa Timur, kami siap mendukung pembentukan naskah akademik ini. Kalau data-data perlu kami bantu, atau ada hal yang bisa kami sharing, kami siap berkolaborasi agar KEK Tembakau benar-benar bisa memberi warna bagi Jawa Timur,” katanya.
“Kami siap bekerja sama dan bersinergi mengawal KEK ini, karena dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat Madura,” pungkasnya.
Dukungan dari Pangdam Brawijaya
Dukungan terhadap rencana KEK Tembakau Madura juga datang dari Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin. Dalam kesempatan yang sama, Rudy menyebut KEK Tembakau sebagai langkah pemberdayaan sumber daya dan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
Ia mengungkapkan, cukai hasil tembakau (CHT) menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara — mencapai Rp230 triliun, dan sekitar 60 persen berasal dari Jawa Timur.
Baca juga : Gandeng Jangkrik Kuliner, Mall Ciputra Jakarta Hadirkan Food Destination
“Kita ketahui bersama, tembakau dan produksi rokok di Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura, sangat luar biasa. Dari penerimaan negara bidang pajak tahun lalu sekitar Rp230 triliun dari CHT, sekitar Rp127 triliun itu berasal dari Jawa Timur,” ujarnya.
Namun, Rudy menyoroti masih belum seimbangnya kontribusi besar sektor tembakau terhadap kesejahteraan petani dan produsen kecil.
“Kelihatannya besar, tapi kalau kita tarik ke belakang, bagaimana kontribusi kembalinya ke masyarakat, khususnya petani tembakau dan produsen rokok kelas menengah bawah? Apakah seimbang dengan apa yang sudah mereka berikan kepada negara?” ujarnya.
Butuh Regulasi Khusus untuk Madura
Rudy menjelaskan, pembentukan KEK harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus. Namun, menurutnya, KEK Tembakau Madura perlu aturan main khusus agar sesuai dengan karakteristik daerah.
“Kalau kita menyerap 100 persen isi UU itu, menurut saya agak kurang pas. Karena regulasi itu lebih banyak bicara ekspor-impor dan relaksasi kebijakan pusat. Untuk Madura, kita perlu diskusikan aturan main yang benar-benar khusus. Jadi KEK Tembakau Madura ini harus berbeda — tidak sama dengan Morotai, Sabang, Batam, Gresik, atau Tanjung Lesung yang orientasinya lebih banyak ke investor,” tegasnya.
Baca juga : Bank Jakarta Sambut Positif Rencana Penempatan Dana Pemerintah Pusat
Menurut dia, Madura memiliki sumber daya yang cukup melimpah — baik sumber daya alam, manusia, maupun modal. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah regulasi yang menjamin keamanan dan kenyamanan rantai produksi hasil tembakau.
“Sumber daya kita lebih dari cukup. Hanya saja, kita perlu regulasi yang menjamin keamanan dan kenyamanan rantai produksi. Kita ingin dari hulu ke hilir — mulai dari petani tembakau sampai produsen rokok — semuanya bisa bekerja dengan aman, nyaman, dan sejahtera,” ujar Rudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.