Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Keterwakilan Bukan Sekadar Angka
DPD Perkuat Peran Politik Perempuan
Jumat, 28 Februari 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berkomitmen memperkuatperan perempuan dalam politik dan pemerintahan. Sebab, eksistensi perempuan di kancah politik merefleksikan berjalannya demokrasi yang kompetitif,terbuka, dan fair.
Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung mengatakan, saat ini adalah era ketika batas-batas lama mulai runtuh. "Politik, yang dahulu dianggap sebagai domain laki-laki, kini menjadi panggung terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, integritas, dan visi untuk membawa perubahan,” kata Tamsil di Forum Diplomatic Coffee Morning, di Plaza DPD, Kamis (27/2/2025).
Baca juga : LRT Jabodebek Cari Investor Luar Negeri
Turut hadir dalam acara ini Duta Besar Hongaria untuk Indonesia Lilla Karsay. Lalu, pimpinan dan anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD, di antaranya senator Gusti Farid Hasan Aman, Mirah Midadan Fahmid, dan Liz Tabuni. Forum ini merupakan ajang pertukaran gagasan antara parlemen dan komunitas diplomatik mengenai penguatan peran perempuan dalam politik.
Tamsil menyatakan, partisipasi perempuan dalam politik tidak boleh sekadar memenuhi kuota. Lebih dari itu, partisipasi perempuan harus memberi dampak nyata bagi kebijakan nasional.
Baca juga : KPU-Bawaslu Menjerit Nggak Ada Uang
Dia menerangkan, perempuan harus menjadi pengambil kebijakan, bukan hanya objek kebijakan. “Kita ingin memastikan keterwakilan perempuan bukan sekadar angka, tetapi partisipasi yang bermakna,” tegasnya.
Tamsil melanjutkan, sekarang sudah tidak relevan lagi mempertanyakan apakah perempuan mendapatkan ruang yang adil dalam politik. Sebab, ruang kiprah perempuan telah terbuka lebar. Di DPD, 36 persen anggota periode 2024-2029 adalah perempuan. Angka itu meningkat dibanding periode sebelumnya.
Baca juga : Jelang Ramadan, Harga MinyaKita Masih Tinggi
“Salah satu Pimpinan DPD juga seorang perempuan. Demikian pula di alat kelengkapan DPD, senator perempuan memimpin hingga 50 persen. Hal itu menjadi bukti bahwa perempuan mampu memainkan peran strategis dalam politik nasional,” ungkap senator asal Sulawesi Selatan ini.
Dia menuturkan, sejarah telah membuktikan kontribusi perempuan dalam perjuangan bangsa. Dari Nyai Ahmad Dahlan dan Raden Ajeng Kartini di bidang pendidikan, Cut Nyak Dien dan Martha Christina Tiahahu dalam perjuangan bersenjata, hingga Rasuna Said yang lantang menyuarakan hak-hak perempuan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya