BREAKING NEWS
 

Emas Tak Hanya Alternatif Instrumen Investasi

Bank Bulion Bisa Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 13 November 2025 06:35 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan (tengah) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta (kedua kiri), Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan (keempat kanan), Wakil Direktur Utama Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi (kiri) dan Direktur Komersial Antam Handi Sutanto (kanan), foto bersama dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kian serius menggarap bisnis emas lewat ekosistem bank bulion. Bukan hanya sekadar menjadi alternatif instrumen investasi, bank bulion dipatok bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Pengembang ekosistem bank bulion diharapkan beri kontribusi besar dalam mengejar target pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029. 

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kementerian Koordinator Perekonomian Ferry Irawan terus mendorong pengembangan ekosistem bank bulion di Tanah Air. 

Baca juga : DPR Rl Dukung Pengembangan Kereta Api Di Luar Pulau Jawa

Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat mencapai target dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebesar 5,2 persen. 

Jika dibandingkan dengan negara-negara G20, Indonesia menempati peringkat kedua dengan pertumbuhan sekitar 5,04 persen. Posisi itu di bawah India yang mencapai 7 persen, namun di atas Arab Saudi, China, dan Singapura. 

“Ini momentum yang harus dijaga bersama. Salah satu peluang yang kami dorong untuk meningkatkan pertumbuhan adalah pengembangan ekosistem bulion,” ucap Ferry dalam acara bertajuk: Connect 2025 bertajuk "Linking Mines to Markets Featuring The Launch of The WFC Indonesia Consumer Insights Report" di Jakarta, Rabu (12/11/2025). 

Baca juga : Pemerintah Kebut Transformasi Digital, Startup Lokal Kian Moncer

Ferry mengatakan, Indonesia memiliki cadangan emas besar. Yakni, mencapai sekitar 2.600 metrik ton pada 2023 menurut United States Geological Survey (USGS). Sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan cadangan emas terbesar keenam di dunia. 

Pengelolaan emas dari tambang besar seperti Freeport dan Antam terus dilakukan untuk meningkatkan suplai emas nasional. 

Ekosistem bulion diharapkan bisa menjadi kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 

Baca juga : Remaja Pelaku Peledakan Bom Menderita Kesepian

“Presiden juga menaruh harapan besar pada sektor ini dalam pidatonya pada 26 Februari lalu,” kata Ferry. 

Saat ini, dua institusi keuangan yang sudah mendapatkan izin resmi untuk beroperasi di sektor ini adalah PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). 

Pegadaian sudah mengantongi empat izin produk. Sementara BSI telah mendapatkan tiga izin produk dengan target melengkapi izin pada tahun depan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense