Dark/Light Mode

Cek Impor di Surabaya, Purbaya Rajin Blusukan

Rabu, 12 November 2025 08:19 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengecek kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025). (Foto: Instagram menkeuri)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengecek kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025). (Foto: Instagram menkeuri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Purbaya Yudhi Sadewa bukan tipe Menteri Keuangan (Menkeu) yang betah duduk di kantor, tapi dia lebih suka blusukan. Yang terbaru, Purbaya turun langsung mengecek kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025).

Purbaya datang bersama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dan jajaran. Mereka menyambangi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBCTMP) Tanjung Perak.

Di lokasi, Purbaya memantau langsung proses pemeriksaan barang ekspor impor di longroom Pelabuhan Petikemas. Dia mencocokkan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) terhadap kondisi fisik barang di lapangan. Purbaya ingin memastikan pelaksanaan prosedur pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Purbaya juga melihat langsung proses pemeriksaan kontainer di Control Room Bea Cukai Tanjung Perak. Control Room tersebut sangat canggih. Dilengkapi dengan alat pemindai kontainer berteknologi tinggi, yang baru dipasang sekitar dua pekan.

"Meskipun belum sempurna, saya yakin alat ini akan semakin meningkatkan dan mempercepat kemampuan pegawai Bea dan Cukai dalam melakukan pemeriksaan barang," ucap Purbaya.

Baca juga : Ada 7 Bom Rakitan, 4 Meledak, 3 Dijinakkan

Dari Tanjung Perak, Purbaya menuju Kantor Balai Laboratorium Bea dan Cukai (KBLBC) Kelas II Surabaya. KBLBC ini merupakan tempat menguji barang secara laboratoris, identifikasi barang, dan pengembangan laboratorium. Purbaya cukup puas dengan fasilitas ini. 

Purbaya mengapresiasi seluruh jajaran Bea dan Cukai atas dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, terutama di tengah meningkatnya tantangan global. "Untuk teman-teman Bea dan Cukai, semangat. Anda ada di titik terdepan untuk menjaga keutuhan integritas pasar dalam negeri dari produk-produk ilegal," ucapnya.

Setelah dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025, Purbaya memang rajin blusukan. Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini sudah mengunjungi berbagai tempat. Mulai dari pelabuhan, kementerian/lembaga, hingga sekolah.

Contohnya, Purbaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10/2024). Purbaya datang untuk memastikan kinerja dan pengawasan petugas berjalan optimal di salah satu pintu utama arus barang impor-ekspor tersebut.

Sepekan kemudian, Purbaya sidak ke Lembaga Nasional Single Window (LNSW), Selasa (21/10/2025). Di sana, Purbaya melihat secara langsung kesiapan "intelijen IT" milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini. LNSW berfungsi mengintegrasikan antara lain dokumen perizinan ekspor dan impor di Indonesia. 

Baca juga : Ekraf Ketiban Berkah Dari Diplomasi Luar Negeri Presiden

Purbaya juga beberapa kali mendatangi sejumlah kementerian/lembaga. Seperti Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Tak hanya itu, Purbaya bahkan ikut program Kemenkeu Mengajar ke-10, program sukarela non-APBN yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia di SMAN 3 Jakarta Senin (10/11/2025). Di hadapan para siswa Kelas XII, Purbaya berbagi cerita perjalanan ekonomi Indonesia menghadapi beragam krisis. Dia juga memaparkan kebijakan fiskal dan moneter berperan menjaga stabilitas nasional.

Purbaya pun memastikan, akan sering blusukan dan sidak ke lapangan. "Kalau lagi nggak ada kerjaan (di kantor Kemenkeu). Tapi saya akan lebih rutin," selorohnya.

Dia juga sudah menjelaskan mengenai kedatangannya ke sejumlah kementerian/lembaga yang belakangan dikritik. Purbaya datang karena ingin memantau penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih rendah.

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mendukung Purbaya sering-sering turun ke lapangan, khususnya pelabuhan untuk memberantas impor ilegal. Ketua Dewan Pembina DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi menilai, gebrakan Purbaya jadi sinyal kuat bahwa Pemerintah serius menata ulang sistem logistik nasional agar lebih transparan, efisien, dan berkeadilan.

Baca juga : RI Dapat Kuota 221 Ribu

Dia mengatakan, pemberantasan impor ilegal bukan hanya soal kepabeanan, tapi juga soal menjaga kepercayaan dunia usaha serta memperbaiki tata kelola logistik yang selama ini menjadi titik rawan kebocoran. “Pelabuhan adalah gerbang utama perdagangan global.  Setiap celah dalam arus masuk barang bisa berdampak besar bagi industri nasional," kata Yukki.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas melihat, Menkeu kali ini memang berbeda dari sebelumnya. Khususnya dari segi gaya. Dengan rajin blusukan, tentu akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Karena mengetahui secara langsung pelaksanaan di lapangan. 

"Bukan sekedar menerima laporan dari para staf yang belum tentu sesuai dengan fakta," kata Fernando, kepada Rakyat Merdeka, Selasa malam (11/11/2025).

Dia berharap, blusukan Purbaya terus berlanjut dan dilakukan ke berbagai daerah untuk memastikan kebijakannya berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, diharapkan perekonomian Indonesia semakin membaik serta semakin kuat ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.