Sebelumnya
“Salah satunya karena ekspor yang tumbuh lebih cepat. Khususnya ekspor ke Amerika Serikat,” ujar Perry di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Menurut dia, eksportir melakukan front loading sebelum implementasi tarif baru. Selain itu, konsumsi dan investasi dalam negeri masih cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan hingga akhir tahun.
Perry mencatat, kinerja ekonomi domestik sepanjang kuartal III tetap solid, ditopang ekspor yang naik 9,91 persen, konsumsi rumah tangga 4,89 persen dan investasi 5,04 persen.
Baca juga : Pupuk Kujang Gaspol Transformasi Kinerja
Dia menilai, program stimulus fiskal akhir tahun, termasuk paket Rp 46,2 triliun, ikut memperkuat momentum tersebut.
Secara keseluruhan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berada pada kisaran 4,7–5,5 persen, dengan titik tengah sedikit di atas 5,1 persen dan diproyeksi meningkat pada 2026.
Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, tanpa stimulus tambahan pun perekonomian nasional dapat tumbuh kuat pada kuartal IV, selama pelaksanaan program yang sudah berjalan dimaksimalkan.
Baca juga : DKI Akan Keruk Sungai Dan Siagakan Pasukan Pelangi
“Seperti BLT Rp 900 ribu bagi 35 juta penerima. Ini kan belum tersalurkan semua, harus digenjot lagi. Program magang nasional juga belum semua kuotanya terserap,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, Jumat (14/11/2025).
Dia juga menyarankan Pemerintah menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan diskon akhir tahun, seperti sektor transportasi, jalan tol, pariwisata, perhotelan, hingga potongan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
“Diskonnya nggak usah besar, tapi banyak yang ikut. Dampaknya ke ekonomi akan besar,” ujarnya.
Baca juga : KPK Sita Sepeda, Jam Tangan Dan Mobil Mewah
Trubus menilai, paket stimulus saat ini sudah relevan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang konsumsi rumah tangga. Dia menekankan pentingnya dukungan fiskal memadai bagi masyarakat rentan, termasuk mereka yang mungkin belum terdata dalam program.
“Kebijakan ini bukan hanya reaktif, tetapi juga strategis untuk menjaga sektor riil. Terutama kelompok berpendapatan rendah dan UMKM,” tutupnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.